BREAKING NEWS
 

Pembiayaan Hijau BSI Capai Rp 73,6 Triliun Tumbuh 24,33 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 3 November 2025 13:16 WIB
Pembiayaan Hijau BSI mencapai Rp 73,6 triliun. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menyalurkan pembiayaan yang sustain melalui pembiayaan berkelanjutan yang mencapai Rp 73,6 triliun dan berkontribusi sekitar 24,33 persen per kuartal III-2025 dari total pembiayaan secara keseluruhan.

Pada sisi pembiayaan secara keseluruhan BSI mencapai Rp 300,85 triliun, naik 12,65 persen secara year on year (yoy) dan berada di atas industri.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, capaian ini juga didorong atas konsistensi perusahaan dalam pembiayaan berkelanjutan.

Peningkatan ini, menurut Anggoro, menjadi bukti BSI dalam mendukung ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga kinerja keuangan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Baca juga : Genjot Hunian Layak, Ara: Realisasi Sampai Oktober Capai 73,92 Persen

“Komitmen mendorong akselerasi pembiayaan berkelanjutan sejalan dengan visi BSI sebagai sharia global bank untuk menyalurkan pembiayaan yang sehat melalui sektor-sektor usaha yang sustain dan ramah lingkungan,” ucapnya dalam keterangan resmi, Senin (3/11/2025).

Amggoro mengatakan, pembiayaan hijau bukan hanya tren global, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk mendorong Indonesia mencapai target Net Zero Emission.

“BSI siap mengambil peran lebih besar dengan mendorong pembiayaan berkelanjutan yang inklusif dan sehat untuk mendorong ekonomi nasional,” ujarnya.

Adsense

Uniqueness sharia bank selain inklusif dan modern,juga memperhatikan aspek maqashid syariah atau nilai-nilai syariah yang tercermin dari salah satu pilar bisnis BSI yang harus sesuai dengan ESG (Environment, Social and Governance).

Baca juga : Dorong Keuangan Hijau, Aset BCA Syariah Tumbuh Hingga Rp 18,1 Triliun

BSI, tegas Anggoro, berkomitmen menyalurkan pembiayaan yang mendukung sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, dan pembangunan hijau. Hal ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, namun juga manfaat sosial dan lingkungan.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi hijau yang solid tentu dibangun dari langkah-langkah kecil serta konsistensi membangun sektor tersebut tumbuh.

“BSI memperkuat kolaborasi dengan nasabah,mitra dan stakeholders melalui tiga aspek. Yakni, lingkungan, sosial, dan dorongan kebijakan,” katanya.

Berbagai komitmen telah diwujudkan diantaranya menerbitkan ESG Sukuk Sustainability sebesar Rp 8 triliun di tahun ini.

Baca juga : Pendapatan Blue Bird Tumbuh 12,4 Persen Di Kuartal III 2025

Membangun lebih dari 10 Desa BSI yang berfokus pada optimalisasi sumber daya alam desa, membangun kapasitas masyarakat melalui peran Ziswaf (Zakat Infak Sedekah dan Wakaf), dan berbagai program lingkungan lain. Di antaranya, green buildong BSI Landmark Aceh dan BSI Tower, penanaman lebih dari 50 ribu pohon, penggunaan 141 kendaraan listrik, 6 unit charging station, 70 unit RVM botol plastik di pulau Jawa dan Bali.

Dari sisi penguatan spiritual, BSI juga mengelola tujuh Masjid BSI yang tersebar di Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan rata-rata pengunjung 1 juta jamaah per tahun.

Menurut Anggoro, hal lain yang BSI terus lakukan yakni pendekatan melalui komunitas pecinta lingkungan.

Hal ini menjadi entry gateuntuk kolaborasi gerakan ekonomi hijau dari sisi lifestyle. Salah satunya masuk dalam kegiatan lari komunitas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense