BREAKING NEWS
 

Penyewaan Kapal VLGC Dibutuhkan PIS untuk Angkut LPG Skala Besar

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 2 Desember 2025 21:23 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Senior Relationship Manager Bank Mandiri, Aditya Redho mengungkapkan kapal very large gas carrier (VLGC) milik PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) dibutuhkan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS).

Hal itu disampaikan Aditya saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).

Dia menjelaskan, kebutuhan kapal oleh PT PIS menjadi salah satu dasar pihaknya menganalisis pengajuan pembiayaan oleh PT JMN untuk pembelian kapal VLGC.

"Maka kami menanyakan kepada PT PIS apakah kapal sejenis dibutuhkan oleh PT PIS, seperti itu pak. Memang benar dibutuhkan," beber Aditya.

Baca juga : Quebec Gelar Karpet Merah untuk Pengusaha Indonesia

Dia menjelaskan, selain menganalisis dokumen pengajuan, pihaknya juga melakukan klarifikasi terkait penyewaan kapal yang akan digunakan oleh PT PIS.

Selain itu, dia bersama tim juga melakukan dua kali kunjungan ke PT Pertamina untuk mengonfirmasi kerja sama JMN dan PIS terkait penyewaan kapal VLGC.

Adsense

Hal ini karena dalam pengajuan pembiayaannya, JMN menyatakan kapal tersebut akan digunakan oleh PT PIS. Aditya bilang, kegiatan konfirmasi tidak hanya dilakukan terhadap PT JMN, tetapi juga kepada debitur lainnya. Hal itu merupakan praktik yang biasa dilakukan Bank Mandiri dalam memproses pengajuan kredit.

"Kemudian tindak lanjutnya ketika ada informasi bahwa JMN akan bekerja sama dalam penyewaan kapal dengan PT PIS, apa yang saudara dan tim lakukan?" tanya jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung.

Baca juga : Menteri PKP Libatkan UI Untuk Perkuat Program Perumahan Rakyat

"Ya, kami meminta untuk melakukan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan yang akan menyewa kapal, yaitu PT PIS sendiri," jawab Aditya.

Karenanya, dia bersama tim melakukan kunjungan. Pada pertemuan pertama, hadir mantan Direktur Utama PT PIS Yoki Firnandi, sementara perwakilan dari PT JMN dihadiri Gading Ramadhan Joedo dan Kerry Andrianto Riza.

Dalam pertemuan itu, Aditya menanyakan kepada pihak PIS secara spesifik terkait kebutuhan kapal VLGC.

Dari penjelasan yang disampaikan, kapal VLGC memang dibutuhkan Pertamina untuk mengangkut LPG impor dalam jumlah besar.

Baca juga : Pengusaha Kuliner Diimbau Tempel Stiker QRIS Untuk Uang Tip

Selanjutnya Aditya menuangkan keterangan itu dalam nota analisa kredit Bank Mandiri. Tapi dirinya menyebut tidak ada jaminan dari pihak Pertamina bahwa kapal VLGC milik JMN pasti akan mendapat kontrak penyewaan.

"Kami cuma menanyakan kebutuhan apakah benar PIS memang butuh kapal VLGC. Terus dijelaskan kan pak, terkait impor VLGC buat angkut LPG kebutuhan impor kita berapa, kapal yang digunakan berapa banyak. Sehingga kami mendapatkan kesimpulan memang butuh kapal VLGC tersebut," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense