RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah meningkatkan koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Langkah ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bersama delegasi OECD di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
"Pemerintah terus menyelaraskan langkah antar-instansi guna memastikan seluruh persyaratan aksesi terpenuhi. Hari ini telah diadakan rapat dengan beberapa kementerian. Termasuk pertemuan di Kementerian Keuangan serta pembahasan bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujar Airlangga.
Baca juga : Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Ditunda Lagi
Delegasi OECD dipimpin Deputi Sekretaris Jenderal OECD František Ružička yang sedang melakukan kunjungan kerja untuk menilai kesiapan Indonesia.
Airlangga menjelaskan, Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang menjalani proses aksesi setelah menjadi key partner OECD sejak 2007.
“Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang masuk ke aksesi OECD. Namun Thailand juga sudah menyampaikan initial memorandum, sehingga beberapa negara di kawasan kini bergerak cepat,” katanya.
Baca juga : Bupati Lampung Tengah Terima Suap Rp 5,75 Miliar
Menurutnya, aksesi OECD telah menjadi amanat dalam Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029. Airlangga menuturkan, pembaruan peninjauan teknis dilakukan pada sejumlah sektor prioritas.
“Pertemuan pagi ini (kemarin) Indonesia melakukan update terhadap technical review yang mencakup lingkungan perdagangan dan ekonomi digital,” ucapnya.
Menurutnya, kedua sektor tersebut penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global. Pemerintah juga memperkuat koordinasi melalui platform digital INA OECD yang menjadi pusat kolaborasi antarinstansi.
Baca juga : Diruntuhkan City, Madrid Dicemooh Fans
“Pemerintah telah memperbarui platform dalam aksesi OECD ini, dan INA OECD menjadi wadah koordinasi digital bagi Indonesia,” kata Airlangga.
Dia menyampaikan, delegasi OECD memberikan penilaian positif terhadap perkembangan yang disampaikan Indonesia. “Progres keanggotaan aksesi Indonesia sangat terlihat, dan prioritas yang ditetapkan sesuai dengan arah yang diharapkan,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.