RM.id Rakyat Merdeka - Upaya memperkuat pertanian berkelanjutan terus didorong melalui pengenalan Kerangka Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan atau Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) sebagai inisiatif nasional.
Kerangka ini dipaparkan dalam kegiatan di Jakarta sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun sistem pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah menilai, transisi dari pertanian konvensional menuju pertanian modern membutuhkan kebijakan yang terukur, berbasis sains, serta kolaborasi lintas sektor.
Baca juga : Pemerintah Genjot Komoditas Pertanian Jadi Sumber Biofuel Nasional
Indonesia sebagai negara agraris menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian. Di tengah kondisi itu, pengelolaan sarana produksi pertanian—termasuk pestisida—perlu dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Head of Crop Protection Research & Development Asia Tenggara & Pakistan, Bayer Crop Science sekaligus Chairman CropLife Indonesia, Kukuh Ambar Waluyo, mengatakan SPMF dirancang sebagai kerangka kolaboratif untuk membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengelolaan produk perlindungan tanaman yang komprehensif.
“SPMF kami dorong sebagai panduan nasional agar penggunaan produk perlindungan tanaman tetap melindungi kesehatan manusia dan lingkungan, namun di saat yang sama menjaga produktivitas dan daya saing pertanian Indonesia,” ujar Kukuh.
Baca juga : LinkUMKM Jangkau 14,8 Juta UMKM, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital
Ia menambahkan, pendekatan berbasis risiko dan ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam pengelolaan pestisida ke depan. Menurutnya, kebijakan yang tepat akan membantu petani beradaptasi dengan teknologi modern tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keberlanjutan.
“Petani perlu didukung dengan teknologi yang tepat, pelatihan berkelanjutan, serta regulasi yang jelas dan implementatif. Dengan begitu, pertanian kita bisa maju, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
SPMF dibangun di atas enam nilai utama, yakni keberlanjutan, kemitraan, integritas, tanggung jawab, inovasi, dan teknologi. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama, mulai dari adopsi teknologi perlindungan tanaman berbasis risiko, penguatan inovasi dan digitalisasi pertanian, hingga praktik bertanggung jawab melalui pelatihan berkelanjutan.
Baca juga : KBPP Polri PD Metro Jaya Dukung Sikap Kapolri Pertahankan Independensi Polri
Melalui kerangka ini, diharapkan tercipta keselarasan antara perlindungan kesehatan dan lingkungan dengan peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat daya saing produk pangan nasional di pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.