BREAKING NEWS
 

Keluar Dari Tren Pertumbuhan 5 Persen

Purbaya Dorong Ekonomi Lari Kencang Ke 6 Persen

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 1 Februari 2026 06:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: Dok. kemenkeu

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong akselerasi ekonomi nasional agar keluar dari tren pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, menuju fase pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026.

Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan permintaan domestik, perbaikan iklim investasi, serta peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan stabilitas makroekonomi.

“Pada kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 5,5 persen. Saya akan dorong terus ekonomi ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dia menilai, sinyal akselerasi ekonomi sudah terlihat sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Capaian tersebut membuka ruang bagi Indonesia untuk keluar dari fase pertumbuhan moderat dan memasuki lintasan ekspansi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Baca juga : Klaim Kerja Menterinya Moncer, Demokrat Tak Khawatir Dengan Isu Reshuffle

“Kalau itu terjadi, kita sudah mengalami break out dari kutukan 5 persen dan bisa tumbuh lebih cepat lagi. Itu prospek ekonomi yang baik,” katanya.

Di tengah ketidakpastian global, Pemerintah menegaskan, faktor eksternal bukan penentu utama kinerja ekonomi nasional.

Struktur pertumbuhan Indonesia dinilai lebih bertumpu pada permintaan domestik yang menyumbang sekitar 90 persen. Sedangkan pengaruh global berada di kisaran 10-20 persen.

“Kalau kita 90 persen domestic demand, harusnya tidak ada masalah,” ucap Purbaya.

Baca juga : DPP Tunjuk Plt Ketua, PPP Banten Panas Dingin

Kondisi dalam negeri juga dinilai memberi ruang bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, inflasi berada di level rendah sekitar 2,9 persen dengan inflasi inti 2,3 persen.

Bahkan, tanpa komponen harga emas, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen.

Situasi ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum memicu risiko overheating.

Baca juga : Diprediksi Tumbuh Tinggi Tahun Ini, Industri Fintech Jadi Andalan Pelaku UMKM

“Artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat tanpa khawatir respons pengetatan dari bank sentral,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Pemerintah mengandalkan strategi debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi.

Forum lintas kementerian juga digelar secara rutin untuk mempercepat penyelesaian kendala perizinan, logistik, dan kepastian usaha. Upaya ini didukung oleh perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran.

Adsense

Penilaian positif juga datang dari lembaga internasional. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2025 dan 5,1 persen pada 2026.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense