Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Klaim Kerja Menterinya Moncer, Demokrat Tak Khawatir Dengan Isu Reshuffle
Minggu, 1 Februari 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron memastikan, Partai Demokrat tidak khawatir dengan isu reshuffle Kabinet Merah Putih (KMP). Pasalnya, kata Herman, lima wakil Demokrat yang saat ini menduduki posisi menteri dan wakil menteri dinilai telah bekerja dengan baik.
“Mereka (kader Demokrat yang menjadi menteri dan wakil menteri) telah bekerja dengan baik, selama ini bekerja sesuai target Presiden Prabowo,” kata Herman dalam acara retret DPD Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).
Diketahui, Partai Demokrat dipercaya menempatkan enam kadernya di Kabinet Merah Putih. Yaitu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Teuku Riefky Harsya sebagai Menteri Ekonomi Kreatif, Iftitah S Suryanagara sebagai Menteri Transmigrasi, Dody Hanggodo sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Ossy Dermawan sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, dan Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Kinerja para menteri dan wakil menteri dari Demokrat, tegas Herman, sudah berjalan on the track dalam menjalankan program Presiden Prabowo Subianto. Terlebih, menurut Herman, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
Baca juga : Purbaya Dorong Ekonomi Lari Kencang Ke 6 Persen
Herman menegaskan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selalu mengingatkan seluruh menteri dan wakil menteri dari Demokrat agar bekerja keras dan sungguh-sungguh sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Urusan reshuffle adalah urusan presiden. Kami mendukung apa pun keputusan presiden,” pungkasnya.
Senada, Ketua DPP Partai Demokrat, Yan Harahap mengatakan, Partai Demokrat tetap berprinsip mendukung penguatan kinerja Pemerintahan dan menjaga stabilitas politik nasional. Menurut dia, reshuffle kabinet merupakan bagian dari proses evaluasi yang wajar dalam pemerintahan.
"Namun saya tegaskan, reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Sehingga tidak elok untuk berspekulasi lebih jauh,” kata Yan di Surabaya, Jatim, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga : DPP Tunjuk Plt Ketua, PPP Banten Panas Dingin
Fokus Partai Demokrat, lanjut Yan, adalah memastikan agenda-agenda kerakyatan tetap berjalan dengan baik. Partai Demokrat juga, kata dia, akan menghormati dan menyikapi secara dewasa setiap keputusan Presiden Prabowo ke depan demi kepentingan bangsa dan negara.
Yan yakin, kader Demokrat yang mendapat amanah di Kabinet Merah Putih telah bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan fokus menjalankan program Pemerintah dan melayani kepentingan masyarakat.
“Hal terpenting adalah memastikan kehadiran kader di Pemerintahan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat," ujarnya.
Diketahui, belakangan santer isu reshuffle Kabinet Merah Putih setelah kursi Wakil Menteri Keuangan yang sebelumnya diisi Thomas Djiwandono kosong. Thomas Djiwandono resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.
Baca juga : Diprediksi Tumbuh Tinggi Tahun Ini, Industri Fintech Jadi Andalan Pelaku UMKM
Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat memberi sinyal bahwa Wakil Menteri Keuangan pengganti Thomas akan dilantik pada Februari. “Saya dengar Februari,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, isu reshuffle kabinet masih sebatas gosip. Sejauh ini, kata dia, belum ada niat dari Presiden Prabowo untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.
“Sejauh ini belum. Jadi kalau ada isu, ya namanya isu atau gosip,” kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya