RM.id Rakyat Merdeka - Tahun ini, fintech diproyeksikan memainkan peran kunci dalam memperluas akses pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, layanan keuangan digital, mulai dari permodalan, investasi mikro hingga pembayaran digital, telah berkontribusi 80,5 persen terhadap tingkat inklusi keuangan nasional.
Hingga November 2025, outstanding pembiayaan fintech lending tercatat tumbuh 25,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 94,85 triliun.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, fintech Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian tahun 2026.
Baca juga : Pramono Dengarkan Keluhan Bau Sampah Di RDF Rorotan
“Pembiayaan industri fintech lending masih berpeluang tumbuh tinggi atau tetap berada di level dua digit, yakni di atas 20 persen,” kata Nailul kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (31/1/2026).
Nailul menjelaskan, proyeksi tersebut didorong oleh masih lebarnya credit gap atau kesenjangan pembiayaan di masyarakat.
Permintaan pendanaan, khususnya dari UMKM pun masih cukup besar. Sementara penyaluran kredit perbankan ke segmen tersebut justru mengalami kontraksi tahunan.
Dalam kondisi kebutuhan permodalan yang tetap tinggi untuk pengembangan usaha, sambung Nailul, pelaku UMKM akhirnya mencari sumber pembiayaan alternatif. Salah satunya melalui fintech lending atau pindar (pinjaman daring/dalam jaringan).
Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Manchester City, Cobaan Melawan Kutukan
“Tak heran, pertumbuhan pindar masih cukup tinggi pada 2025 dan akan berlanjut pada 2026,” jelas Nailul.
Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Amartha Andi Taufan Garuda Putra optimistis kinerja Amartha akan terus tumbuh positif sepanjang 2026.
Salah satu strateginya, dengan tetap fokus menjangkau jutaan UMKM akar rumput di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Bagi Amartha, 2026 akan menjadi tahun penguatan posisi sebagai fintech yang melayani segmen akar rumput melalui produk keuangan yang terintegrasi,” ujar Andi dalam keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : Thailand Masters 2026, Indonesia Kunci Gelar Juara Ganda Putra
Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja Amartha sepanjang 2025.
Perusahaan menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin lengkap. Mulai dari pendanaan modal kerja senilai Rp 13,2 triliun, layanan pembayaran digital, hingga peluang mikro-investasi yang seluruhnya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan masyarakat pedesaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.