RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah akan menindak tegas praktik goreng-menggoreng saham. Pasalnya, aktivitas culas tersebut merugikan investor serta merusak kredibilitas dan integritas pasar modal Indonesia.
Hal itu disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Penataan dan Penguatan Pasar Modal di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/ 2025) malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pereko nomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi, serta Direktur Utama Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik.
Baca juga : Harlah Seabad NU Tak Dihadiri Presiden, Rais Aam, Mensos,...
“OJK akan tegas. Praktik saham gorengan dan manipulasi harga tidak akan ditoleransi,” tegas Friderica.
Ia menegaskan, OJK akan memperkuat pengawasan sekaligus penegakan hukum guna memberikan efek jera. Dalam waktu dekat, OJK akan mulai melakukan penyelidikan terhadap indikasi permainan saham, termasuk pola goreng-menggoreng harga yang dilakukan secara terorganisasi.
Selain penindakan, OJK juga mendorong pendalaman pasar agar pergerakan saham lebih sehat. Salah satu langkah yang ditempuh ialah kebijakan peningkatan minimum free float menjadi 15 persen, sehingga saham yang beredar di publik lebih banyak dan lebih sulit dimanipulasi.
Baca juga : Diisukan Mundur, Pratikno: Nggak!
Friderica menambahkan, peran investor institusional seperti asuransi dan dana pensiun juga akan diperkuat. Kehadiran investor jangka panjang dinilai mampu membuat pasar lebih stabil serta mengurangi dominasi spekulan.
“OJK juga meningkatkan transparansi kepemilikan saham, termasuk kewajiban pengungkapan pemilik manfaat. Ini penting agar pihak yang mengendalikan saham dapat diketahui dengan jelas,” ujarnya.
Tak hanya itu, penguatan tata kelola perusahaan serta pengawasan di lingkungan self-regulatory organization (SRO) juga menjadi fokus untuk menutup celah konflik kepentingan.
Baca juga : Dede Yusuf: Kami Masih Mengkaji, Terbuka Semua Opsi
Senada dikatakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir praktik manipulasi harga saham atau saham gorengan.
“Penyalahgunaan dan manipulasi pasar tidak hanya berdampak pada harga saham dan kepentingan investor, tetapi juga memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional,” tegas Airlangga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.