BREAKING NEWS
 

Gejolak Reda, Fundamental Ekonomi Kokoh

Hari Ini Pasar Saham Cerah dan Bergairah

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 2 Februari 2026 08:51 WIB
Grafik penguatan IHSG/Ilustrasi. (Foto: Qori/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gejolak yang terjadi di pasar modal mereda. Fundamental ekonomi juga kuat. Dengan kondisi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (2/2/2026), diprediksi akan cerah dan bergairah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis, dengan perbaikan yang sudah dilakukan, pasar saham tidak akan “kebakaran” lagi, seperti pekan lalu. "Nggak. Pasti bergerak naiklah," ucap Purbaya, di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.

Purbaya mengakui, pasar agak khawatir ketika terjadi penurunan IHSG yang drastis. Kemudian dilanjutkan dengan mundurnya para petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, Purbaya melihat, kekhawatiran ini telah hilang. Sebab, proses perbaikan sudah selesai. BEI dan OJK juga memiliki sistem tata kelola yang dirancang agar proses pergantian pejabat dapat dilakukan dengan mulus. Sehingga tidak ada gangguan pada manajemen dan operasional bursa.

"Kalau sudah begitu, mereka (pasar) akan melihat fundamentalnya. Fundamental ekonominya bagus. Saya perbaiki terus dan akan membaik terus ke depan. Tahun ini mungkin ekonominya bisa saya dorong mendekati 6 persen," tuturnya.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini optimistis, IHSG akan menguat. Hal ini seiring dengan siklus bisnis yang dapat berputar naik ke titik tertinggi, setelah menyentuh titik terendah.

Purbaya mengakui, peluang koreksi tetap terbuka. Kata dia, kemungkinan itu selalu ada. “Cuma peluangnya kecil,” imbuhnya.

Baca juga : Dipastikan Rosan, Tak Ada Perombakan Direksi Bank Himbara

Dia kembali menegaskan, fondasi ekonomi saat ini bagus. Respons kebijakan dari BEI maupun OJK juga cepat. “Harusnya ini akan menjadi modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang," tandasnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal yang sama. Airlangga lalu menyakinkan pelaku pasar dengan menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pesan Bapak Presiden saya kutip langsung. 'Kepada para investor domestik, mitra internasional dan masyarakat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh'," tutur Airlangga.

Airlangga memastikan, Pemerintah akan pemantau pasar keuangan agar berjalan dengan baik. Dengan begitu, hal-hal yang menjadi kekhawatiran pasar tidak lagi terjadi. "Kami berkomitmen pada iklim yang transparan, adil, dan berkelas dunia," tegasnya.

Dengan kepastian ini, investor pun merasa tenang. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan P Roeslani menyatakan, investor percaya dengan perbaikan yang dilakukan Pemerintah.

Adsense

Rosan mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, dia telah bertemu dengan sejumlah investor asing. Hasilnya cukup menyejukkan. Pelaku pasar global menyambut baik berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Indonesia.

“Mereka semakin confidence dengan pasar kita. Apalagi dengan aksi-aksi yang kita lakukan beberapa hari ini, respons mereka sangat positif,” ujar Rosan, di Gedung BEI Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Baca juga : Pemerintah Buru Pemodal dan Pendukung Penambang Ilegal

Dengan sentimen tersebut, Rosan yakin, IHSG bakal kembali bangkit. “Insya Allah, hari Senin dan seterusnya pasar saham kita akan rebound dan berjalan dengan baik,” katanya.

Rosan menambahkan, investor asing juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan free float minimum 15 persen. Aturan ini dinilai mampu meningkatkan keterbukaan pasar sekaligus memperbaiki likuiditas saham.

Meski demikian, para investor juga menyampaikan sejumlah masukan. Salah satunya terkait aturan keterbukaan kepemilikan saham di atas 5 persen yang dinilai masih perlu penyempurnaan agar iklim investasi semakin menarik dan transparan.

Ketentuan ini mewajibkan investor yang menguasai lebih dari 5 persen saham suatu emiten untuk melaporkan kepemilikannya kepada otoritas pasar modal. Investor meminta ambang batas tersebut diturunkan menjadi 1-2 persen, seperti yang diterapkan di sejumlah negara lain, misalnya India.

Rosan sudah meminta OJK dan BEI menindaklanjuti permintaan tersebut, khususnya soal keterbukaan ke level 1-2 persen. Dengan begitu, upaya pembentukan harga secara tidak wajar akan semakin sulit dilakukan.

"Dengan begitu, aksi untuk menciptakan harga yang semu akan menjadi sangat-sangat sulit. Karena investornya akan terbuka. Kalau mereka melakukan tindakan itu (menggoreng harga saham), pasti akan terdeteksi," tutup Rosan. 

Pengamat perbankan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Paul Sutaryono juga meyakini, kondisi pasar saham nasional akan berangsur-angsur membaik. Perbaikan tersebut seiring langkah pembenahan yang tengah dilakukan regulator dan pengelola bursa.

Baca juga : Buntut IHSG Anjlok, Polri dan Kejagung Turun Tangan

“Pasar saham akan membaik sejalan dengan perbaikan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” kata Paul, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (1/2/2026).

Paul mengingatkan, lembaga pemeringkat global MSCI telah memberikan tenggat waktu bagi Indonesia hingga Mei 2026 untuk menuntaskan berbagai catatan evaluasi. Karena itu, OJK dan BEI diminta segera melakukan perbaikan secara konsisten dan menyeluruh.

“Evaluasi MSCI itu serius. OJK dan BEI harus bergerak cepat melakukan perbaikan,” sarannya.

Menurut Paul, pasar modal Indonesia membutuhkan transformasi besar-besaran. Perubahan ini dinilai mendesak untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Market confidence itu kunci. Tanpa kepercayaan, pasar tidak akan sehat,” tegasnya. MEN/BCG

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense