Dark/Light Mode

Virus Nipah Mengintai

Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 2 Februari 2026 07:00 WIB
Ilustrasi. sumber : vietnam.vn
Ilustrasi. sumber : vietnam.vn

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya virus Nipah, meski hingga kini belum ditemukan kasus penularan di Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah yang diterbitkan pada 30 Januari 2026. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami menginstruksikan seluruh perangkat penyedia fasilitas kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah kemungkinan penularan virus tersebut.

“Kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kepala UPT bidang kekarantinaan kesehatan, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, dan kepala laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia melaksanakan langkah-langkah antisipatif,” kata Murti dalam keterangan resminya, Minggu (1/2/2026).

Murti menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp).

Menurutnya, penularan virus Nipah dapat terjadi dari hewan ke manusia, baik secara langsung maupun melalui perantara hewan lain seperti babi.

Baca juga : Wamendagri Tekankan Kepemimpinan Berkarakter

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, seperti buah atau nira.

Penularan antarmanusia dimungkinkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Adapun, manifestasi penyakit virus Nipah bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berakibat fatal.

“Tingkat kematian dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen,” ujarnya.

Murti menegaskan, hingga kini belum terdapat laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia.

Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan tingginya mobilitas, terutama dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) virus Nipah.

Baca juga : Red Notice Terbit, MRC Jadi Buronan Internasional

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes juga menginstruksikan dinas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek meningitis atau ensefalitis, influenza like illness (ILI), severe acute respiratory infection (SARI), ISPA, dan pneumonia.

Fasilitas kesehatan juga diminta melakukan penemuan kasus melalui sindrom pernapasan akut berat dan sindrom meningoensefalitis akut dengan faktor risiko sesuai definisi operasional kasus yang mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah.

Bagi rumah sakit, Kemenkes meminta koordinasi dengan laboratorium rujukan terkait pengelolaan spesimen kasus sesuai standar yang berlaku.

Sementara itu, dinas kesehatan diminta melakukan kajian epidemiologis dan analisis faktor risiko potensi KLB, termasuk riset pemodelan, prediktif, dan operasional.

Selain itu, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan diminta meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara, khususnya terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit.

Baca juga : Diwarnai Aksi Kericuhan, Musda Golkar Sumut Berlangsung Aklamasi

Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan suhu tubuh melalui thermal scanner serta pengamatan tanda dan gejala dengan menyiagakan petugas di area kedatangan internasional.

Kemenkes juga menyerukan peningkatan kesiapsiagaan KLB virus Nipah melalui respons awal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan.

“Rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya diminta menyiapkan ruang isolasi serta alat pelindung diri (APD),” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia, antara lain melalui penguatan surveilans, kesiapan laboratorium, serta penyediaan alat skrining berbasis PCR.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.