RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama APP Group melalui unit usahanya PT Wira Karya Sakti (WKS) mengajak generasi muda mengenal pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan melalui program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area operasional PT WKS Distrik VII, Jambi, Selasa (3/2), bertepatan dengan peringatan Hari Lahan Basah Internasional.
Program KELANA merupakan inisiatif KLH/BPLH sebagai platform edukasi lingkungan bagi generasi muda dengan melibatkan dunia usaha sebagai mitra kolaboratif. Pada pelaksanaan di Jambi, PT WKS berperan sebagai tuan rumah sekaligus membuka akses pembelajaran lapangan bagi para peserta.
Puluhan pelajar sekolah menengah atas (SMA) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian diskusi interaktif dan kunjungan lapangan yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan.
Baca juga : SWA Media Group Apresiasi Transformasi Digital Marketing Perusahaan Terbaik
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH Edy Nugroho Santoso mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas edukasi mengenai ekosistem gambut kepada generasi muda.
“Pada peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ini, kami bekerja sama dengan PT WKS untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai ekosistem gambut. Gambut memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi yang perlu dikelola secara seimbang,” ujar Edy.
Ia menambahkan para peserta juga diperkenalkan pada keterkaitan ekosistem gambut dengan ekosistem lahan basah lainnya, termasuk mangrove, yang memiliki peran strategis dalam penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan fungsi hidrologis.
Menurut Edy, pemilihan lokasi kegiatan di Distrik VII PT WKS didasarkan pada praktik pengelolaan hidrologis gambut yang telah berjalan dengan baik serta adanya pemberdayaan masyarakat di sekitar area konsesi.
Baca juga : PetroChina Geber Pengeboran Awal 2026 di Jabung
Sementara itu, Deputy Director of Corporate Strategic & Relations APP Group Iwan Setiawan menyampaikan keterlibatan APP Group dalam program KELANA merupakan bentuk dukungan terhadap program edukasi lingkungan yang diinisiasi pemerintah.
“Melalui KELANA, generasi muda dapat melihat langsung bagaimana pengelolaan lahan gambut dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap memberikan manfaat ekonomi dan menjaga fungsi lingkungan,” ujar Iwan.
Ia berharap pengalaman lapangan tersebut dapat membangun pemahaman yang utuh dan mendorong peserta menyebarkan narasi positif mengenai pengelolaan gambut yang berkelanjutan.
Salah satu peserta KELANA dari SMA Negeri 1 Manado, Princessa Erilca Ratu, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Kami bisa melihat langsung pemanfaatan lahan basah dan belajar bagaimana ekosistem gambut dikelola hingga memiliki nilai ekonomi. Ini membuat saya semakin sadar pentingnya menjaga lahan basah,” ujarnya.
Baca juga : Bulan K3, Pertrokimia Gresik Raih 3 Penghargaan Gubernur Jatim
Apresiasi juga disampaikan Puteri Indonesia Lingkungan Sophie Kirana yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai KELANA memberikan pemahaman komprehensif bagi generasi muda tentang peran strategis ekosistem gambut.
“Kami belajar bahwa gambut bukan sekadar lahan kosong, tetapi memiliki peran besar bagi lingkungan. Harapannya semakin banyak anak muda yang ikut menjaga kelestarian gambut,” katanya.
Rangkaian kegiatan KELANA di PT WKS meliputi pemaparan pengelolaan tata air gambut, peninjauan pembangunan sekat kanal, praktik pengeboran gambut, pengenalan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa madu, kegiatan penanaman, serta kunjungan ke ruang pemantauan untuk memahami sistem kesiapsiagaan di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.