BREAKING NEWS
 

JEC Eye Hospitals Bangun RS Mata Internasional di KEK Sanur, Investasi Rp 300 M

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 15 Februari 2026 14:49 WIB
Foto: JEC Eye Hospitals and Clinics.

RM.id  Rakyat Merdeka - JEC Eye Hospitals and Clinics menggelar groundbreaking pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

Cabang terbaru jaringan JEC ini akan mengusung konsep ‘Blue Hospital’ berstandar global, dan menjadi pionir layanan medis khusus mata di kawasan andalan tersebut.

Kehadiran JEC BALI @ Sanur menguatkan peran Bali dan Indonesia sebagai destinasi utama dalam ranah wisata kesehatan (health tourism) dunia.

Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB) yang menaungi JEC BALI @ Sanur, DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K) menyatakan, peresmian KEK Sanur merupakan langkah bersejarah pemerintah dalam memperkokoh peran strategis Indonesia sebagai international health and wellness destination.

"Mendukung itu, JEC sebagai pemimpin layanan oftalmologi selama lebih dari empat dekade di Indonesia, akan menghadirkan JEC BALI @ Sanur - dengan mengombinasikan dokter subspesialis mata berpengalaman, teknologi bedah mata terkini, serta rekam jejak inovasi yang telah memajukan dunia kesehatan mata nasional,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Hutauruk juga menjelaskan, riset IMARC Group menyebut pasar wisata kesehatan di Indonesia pada 2024 mencapai 1,7 miliar dolar AS. Bahkan, diproyeksikan terus tumbuh hingga mencapai 9,6 miliar dolar AS pada 2033 mendatang. 

Bali sendiri telah dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang tak henti menarik pengunjung dari berbagai negara.

Data BPS Provinsi Bali mencatat, sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 6.948.754 - meningkat 9,72 persen dibandingkan 2024. Menurutnya besarnya potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. 

"Melalui konsep ‘Blue Hospital’ yang akan diimplementasikan, kami berharap pasien di JEC BALI @ Sanur tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman 'healing' yang menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah," lanjut Hutauruk.

Dia berharap berdirinya JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur dapat mengurangi tren medical outbound di kalangan masyarakat, sekaligus menarik wisatawan mancanegara.

"Sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia yang mumpuni,” ujar Hutauruk.

JEC BALI @ Sanur disiapkan menjadi sentra kesehatan rujukan yang berdiri di atas lahan berukuran 6.200 meter persegi dengan infrastruktur bangunan berluas keseluruhan 12.000 meter persegi (terdiri dari 4 lantai  dan semi-basement).

Baca juga : Memasuki Usia 47 Tahun, Universitas Budi Luhur Perkuat Internasionalisasi Kampus

JEC Bali @ Sanur ditargetkan rampung pada 2027, dan akan melayani 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasionalnya.

Selain pasar lokal Bali, JEC BALI @ Sanur juga menyasar pasar domestik Indonesia, menengah ke atas dan komunitas ekspatriat, serta pasien dari mancanegara.

Seremoni peletakan batu pertama pembangunan JEC BALI @ Sanur turut dihadiri Presiden Direktur JEC Group dan Presiden Direktur PT NSB, DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K); Gubernur Bali, Dr. Ir. I wayan Koster, M.M.; dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan menyambut baik kehadiran JEC BALI @ Sanur sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan KEK Sanur.

Dia yakin, fasilitas kesehatan mata berstandar internasional ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bali, tetapi juga memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia.

"Kami optimistis kehadiran JEC BALI @ Sanur akan membawa multiplier effect yang positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujar Koster. 

“Jika ditotal dengan investasi JEC yang Rp 300 miliar, total investasi di KEK Sanur bisa Rp 2 triliun, ini akan berdampak langsung ke pertumbuhan ekonomi Bali,” sambungnya.

Selain itu, JEC juga diyakini akan menambah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik ke Bali. 

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) Christine Hutabarat menilai, JEC BALI @ Sanur merupakan penguat daya saing KEK Sanur (atau The Sanur).

Christine Hutabarat menyatakan, terobosan InJourney Hospitality, sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola The Sanur, bersama JEC Eye Hospitals and Clinics ini menjawab kebutuhan ribuan masyarakat Indonesia terhadap sentra kesehatan mata berkualitas di Tanah Air.

Adsense

Kolaborasi dengan top-notch international brand untuk menghadirkan best technology and medicines menjadi bukti komitmen InJourney Hospitality dalam mewujudkan international health and wellness destination di Indonesia.

"Melalui pencapaian ini, kami percaya akan membawa manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Christine Hutabarat.

Baca juga : IHSG Turun, Analis: Jangan Panik, Ini Peluang Investasi

Pembangunan JEC BALI @ Sanur sejalan dengan visi pengembangan KEK Sanur sebagai international health and wellness destination yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar global dengan ekosistem pariwisata kelas dunia.

JEC BALI @ Sanur hadir dengan mengadopsi konsep 'Blue Hospital', sebuah pendekatan desain dan operasional rumah sakit masa depan yang menyatukan prinsip ‘smart’ (pintar) dan ‘green’ (hijau) secara utuh.

Konsep ini dikembangkan oleh Deerns, konsultan engineering dan perancang fasilitas kesehatan global, yang menitikberatkan pada enam aspek inti.

Keenamnya yakni, sentralitas pasien, hasil kesehatan yang optimal, efisiensi biaya, kesejahteraan manusia (baik pasien maupun tenaga medis), keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan/building smartness.

Implementasi 'Blue Hospital' di JEC BALI @ Sanur bertujuan menciptakan ekosistem penyembuhan (healing environment) yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga humanis.

Secara operasional, JEC BALI @ Sanur akan bertumpu pada tiga pilar utama:

Pertama, pilar manusia (people) - mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan pasien serta staf medis untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas layanan.

Kedua, pilar keberlanjutan (sustainability) - mengintegrasikan sistem hemat energi dan penggunaan material ramah lingkungan guna menekan jejak karbon.

Ketiga, pilar efisiensi (operational efficiency) - menggunakan data real-time untuk meningkatkan reliabilitas layanan.

Untuk mewujudkan itu, beberapa fitur akan diaplikasikan dengan tujuan mendukung mobilitas dan kenyamanan pengguna di dalam rumah sakit. 

Antara lain, smart parking untuk kemudahan akses, smart lighting berbasis deteksi gerak guna efisiensi energi, hingga pemasangan sensor kualitas udara (air quality sensors) di ruang-ruang strategis untuk memastikan lingkungan yang sehat dan aman bagi tindakan medis maupun pemulihan pasien. 

Dari segi fasilitas, JEC BALI @ Sanur akan menyediakan layanan komprehensif, antara lain:

Baca juga : 22 Jenis Bumbu Rasa Indonesia Siap Sambut Jemaah Haji Di Saudi

FLACS (Semi-robotic Cataract Surgery): teknologi semi-robotik canggih untuk bedah katarak presisi tinggi dengan pemulihan lebih cepat dan hasil penglihatan yang lebih optimal.

SMILE PRO, LASIK & Implantable Collamer Lens (ICL): koreksi penglihatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Glaucoma: diagnosis dan penanganan glaukoma yang canggih untuk mencegah kehilangan penglihatan dan menjaga kesehatan mata.

Vitreo-retina: layanan retina dan vitreus yang komplet, meliputi tindakan bedah, injeksi, dan terapi laser dengan dukungan teknologi mutakhir.

Myopia Control Center: layanan pengendalian miopia untuk mengelola dan memperlambat progresivitas miopia secara efektif.

Dry Eye Center: perawatan mata kering yang menyeluruh dengan diagnostik modern dan rencana terapi yang dipersonalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas penglihatan.

Hadirnya JEC BALI @ Sanur bukan sekadar penambahan satu sarana kesehatan semata, tetapi tentang membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif.

Daya tarik yang ditawarkan JEC adalah biaya pengobatan mata yang lebih murah dibandingkan negara lain, seperti Singapura, Australia, Thailand.

Dengan biaya yang lebih murah, setelah sembuh pasien bisa langsung berwisata di Bali, sehingga memberikan dampak bagi ekonomi lokal. 

Kredibilitas JEC Eye Hospitals and Clinics atau JEC Group (induk PT NSB dan JEC BALI @ Sanur) telah diakui luas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense