BREAKING NEWS
 

2.280 Ton Beras Diekspor ke Saudi

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Selasa, 24 Februari 2026 08:55 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan (tengah). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia mulai mengekspor beras. Sebanyak 2.280 ton beras premium akan segera dikirim ke Arab Saudi. Ekspor beras ini jadi penanda bahwa stok nasional bukan hanya aman, tapi sudah cukup kuat untuk menembus pasar luar negeri.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pengiriman beras premium khusus ke Arab Saudi untuk jamaah haji segera dilakukan. Sesuai agenda, ekspor perdana beras haji ke Tanah Suci dijadwalkan pada 28 Februari 2026.

"Nanti kita akan launching dan kami kirimkan," kata Zulhas-sapaannya, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, langkah ini dimungkinkan karena Indonesia telah berhasil swasembada beras pada 2025. Dengan capaian tersebut, para jamaah haji dan umrah diharapkan dapat menikmati beras asli Indonesia selama berada di Tanah Suci.

"Karena Insya Allah tahun ini stok beras Bulog akan lebih dari 4 juta tahun ini, dan kita sudah swasembada, jadi sudah seharusnya jemaah haji kita juga bisa mengonsumsi beras dari kita," lanjutnya.

Baca juga : Dasco Minta Tunda Impor 105 Ribu Pikap dari India

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan pengiriman beras khusus ke Saudi dilakukan dalam 2 tahap. "Kami rencanakan 28 Februari 2026 untuk gelombang pertama, sedangkan gelombang keduanya nanti 3 Maret 2026," kata Rizal.

Ia memaparkan, distribusi dilakukan melalui jalur laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar 45 hari. Bulog menyiapkan dua kapal untuk memastikan pengiriman berjalan lancar dan mengantisipasi risiko selama perjalanan.

"Nanti kami bagi 2 supaya tidak terlalu penuh kapalnya dan kita menjaga kalau ada apa-apa di jalan. Kita masih punya cadangan 2 kapal," tambah Rizal.

Adsense

Untuk pengiriman perdana pada 28 Februari, beras akan diprioritaskan bagi kebutuhan konsumsi petugas haji yang lebih dahulu tiba di Arab Saudi. "Karena mereka yang datang duluan di Arab Saudi," terangnya.

Penegasan soal swasembada beras juga sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat (13/2/2026). Di hadapan pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan, Kepala Negara menyatakan Indonesia kini berada di jalur kuat menuju swasembada pangan nasional.

Baca juga : Teken Perjanjian Dagang dengan AS, Luhut Pastikan Posisi RI Kuat

“Kita buktikan bahwa sekarang kita sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan. Produksi beras kita tahun 2025 mencapai (hampir) 34,7 juta ton, naik 13 persen dibandingkan 2024. Cadangan beras di Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita, dan hingga sekarang cadangan tersebut masih tinggi,” kata Presiden Prabowo.

Ia menekankan, ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Indonesia mampu berdiri kokoh di tengah ketidakpastian global.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ekonomi nasional tetap menunjukkan daya tahan yang solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tercatat sebesar 5,11 persen (yoy), tertinggi kedua di G20 setelah India.

Airlangga juga menyoroti peran sektor pertanian yang tumbuh 5,03 persen dan menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan serta stabilitas harga. “Sektor pertanian tumbuh tinggi, ditopang oleh produksi yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada beras merupakan hasil kebijakan yang konsisten serta keberpihakan nyata kepada petani.

Baca juga : Oknum Brimob di Maluku Tewaskan Pelajar, Kapolri: Hukum Berat!

“Langkah kami ada dua, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern. Tujuannya jelas meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani sekaligus memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi seluruh rakyat,” kata Amran.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat modernisasi pertanian, perbaikan tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor agar capaian swasembada beras berkelanjutan dan menjadi pintu masuk menuju swasembada pangan secara menyeluruh.

Dengan fondasi produksi yang kuat, cadangan yang aman, serta dukungan kebijakan nasional, pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus pilar ketahanan nasional ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense