RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa menegaskan pihaknya siap mengikuti arahan DPR dan Pemerintah terkait rencana impor 105.000 unit mobil pick up dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Saya pasti taat dan setia kepada DPR dan Pemerintah, bukan kepada kelompok tertentu. Seratus persen saya loyal kepada rakyat dan Pemerintah,” kata Joao dalam konferensi pers di Yodya Tower, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).
Joao menyampaikan, hingga saat ini proses pengadaan masih berjalan dan belum ada keputusan resmi untuk menunda atau membatalkan kontrak. Namun, ia memastikan akan mematuhi apa pun keputusan yang diambil Pemerintah bersama DPR.
Baca juga : Dirut Agrinas: Impor Pick Up India Hemat Rp 46,5 T
“Kami sudah berkontrak sejak 23 Desember 2025 dan sebagian unit sudah tiba. Kalau diizinkan akan kami suplai, kalau tidak, kami akan patuh. Apabila negara meminta pembatalan kontrak, kami batalkan dengan segala risikonya,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan siap menanggung konsekuensi apabila terjadi gugatan dari pemasok akibat pembatalan kontrak tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor 105 ribu mobil pick up dari India ditunda untuk dibahas lebih mendalam. Menurut Dasco, Presiden akan mengkaji detail impor tersebut sekembalinya ke Tanah Air, termasuk menghitung kesiapan industri otomotif dalam negeri.
Baca juga : Dasco Minta Tunda Impor 105 Ribu Pick Up dari India
Menanggapi hal itu, Joao mengatakan pihaknya akan segera meminta waktu kepada DPR untuk berkonsultasi dan memaparkan seluruh dokumen pengadaan.
“Saya akan minta waktu untuk menyerahkan dokumen kontrak dan menjelaskan secara menyeluruh. Prinsipnya, kami siap mengikuti arahan,” tegasnya.
Rencana impor 105.000 unit mobil pick up tersebut memiliki nilai pengadaan sekitar Rp 24,66 triliun. Kendaraan itu direncanakan untuk mendukung distribusi dan operasional program KDKMP di berbagai daerah.
Baca juga : Prof Didik Ingatkan Risiko Impor 105 Ribu Pick Up Dari India
Joao menambahkan, keputusan impor diambil setelah melalui serangkaian pertemuan dan negosiasi dengan berbagai produsen kendaraan komersial, termasuk dari dalam negeri. Namun, menurut dia, belum tercapai kesepakatan terkait harga dan kapasitas produksi.
Meski demikian, ia memastikan proses dilakukan secara terbuka dan transparan serta siap dievaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.