BREAKING NEWS
 

Bukber Hipmi, Momen Konsolidasi Sikapi Ketidakpastian Global

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 11 Maret 2026 10:55 WIB
Ketua Panitia Sunny Boy Hutabarat saat memberikan sambutan/laporan acara buka puasa bersama di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 10/3/2026. Dok. Hipmi

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menggelar acara buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momen konsolidasi pengusaha muda untuk menyikapi ketidakpastian ekonomi global.

Ketua Panitia Sunny Boy Hutabarat mengatakan, bukber tersebut mengangkat tema "Harmoni Pengusaha Muda: Menyatukan Visi, Menebar Keakraban di Bulan Suci".

"Kita berkumpul bersama senior, mantan-mantan ketua umum baik yang tidak menjabat maupun yang menjabat sebagai menteri. Kami sharing kondisi perekonomian dan terus bersinergi," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca juga : Perbankan Lebih Siap Hadapi Gejolak Global

Terlebih bukber kali ini merupakan yang terakhir di era kepemimpinan Akbar Himawan Buchari. Sehingga suasananya agak sedikit berbeda, karena lebih emosional menjelas musyawarah nasional (munas).

Sementara, Akbar menyebut bukber kali ini sangat spesial. Ajang silaturahmi bersama para menteri yang merupakan senior Hipmi menjadi momen konsolidasi membahas isu-isu ekonomi terkini, terlebih efek perang di kawasan Teluk yang membuat ketidakpastian semakin tinggi.

Adsense

"Ke depan kita harus lebih kompak karena menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Satu-satunya cara adalah kita tetap solid untuk bisa menghadapi ini," pesan Akbar.

Baca juga : Menko Zulhas Ajak Ulama Perkuat Persatuan Hadapi Ketidakpastian Global

Ia juga mengapresiasi respons Pemerintah yang selalu update dan melakukan intervensi terhadap situasi global. Dengan komunikasi yang baik ini, dunia usaha, khususnya Hipmi akan mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah.

Menurut Akbar, saat ini Indonesia tidak terlalu terdampak perang di kawasan Teluk. Namun, sebagai pelaku usaha, dirinya ingin konflik ini cepat selesai. Karena yang terpenting bagi dunia usaha adalah stabilitas.

"Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya," ungkap Akbar.

Baca juga : Ketum Perbanas Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Dengan dolar yang tembus 17 ribu dan harga minyak yang mencapai 100 dolar AS per barel, efeknya pasti akan terasa. "Untuk itu, kita harus antisipasi, kita harus adaptif, dan berharap konflik ini cepat selesai," kata Akbar.

Ia juga mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Rabu (4/3/2026). Saat itu Prabowo memberi arahan agar dunia usaha tetap solid menghadapi ketidakpastian global ini.

"Kita pelaku usaha, Pemerintah, dan seluruh stakeholders harus bersatu, harus solid menghadapi situasi global ini," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense