RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat koordinasi pengadaan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Langkah tersebut dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang melibatkan PLTU serta pemasok batubara terkait.
Koordinasi ini bertujuan memastikan kebutuhan batubara setiap pembangkit dapat terpenuhi secara tepat waktu dan sesuai kebutuhan operasional.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan perusahaan berfungsi sebagai pelaksana kuasa pengadaan batubara berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh PLN, PLN Indonesia Power (PLN IP), dan PLN Nusantara Power (PLN NP).
Baca juga : Bersama Koster, Ara Siapkan Rusun Subsidi Untuk Seniman di Bali
“PLN EPI berfungsi sebagai pelaksana pengadaan berdasarkan kuasa dari PLN, PLN IP, dan PLN NP untuk memenuhi kebutuhan yang telah dihitung dan ditetapkan oleh PLN, PLN IP, dan PLN NP sebagai pengelola PLTU terkait,” ujar Mamit.
Dalam pelaksanaannya, PLN EPI memastikan koordinasi logistik pengadaan batubara berjalan melalui mekanisme rapat bersama antara PLN, PLN IP, PLN NP, serta pemasok batubara.
Mamit menjelaskan bahwa pengaturan tujuan pengiriman batubara dari tambang ke unit PLTU dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang difasilitasi PLN EPI.
Forum tersebut menentukan jadwal pengapalan, tujuan pengiriman, kuantitas pasokan batubara serta sumber pasokan yang dibutuhkan oleh masing-masing pembangkit.
Baca juga : Prabowo Percepat Program Perumahan Rakyat Untuk Keadilan Sosial
“Mekanismenya mempertimbangkan kebutuhan pembangkit serta kesepakatan antara pemasok batubara dan PLTU masing-masing,” ujarnya.
Koordinasi pengadaan batubara yang dijalankan PLN EPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah menetapkan ketahanan energi sebagai prioritas strategis, sejalan dengan misi swasembada energi yang menjadi salah satu pilar utama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Keandalan rantai pasok batubara untuk PLTU secara langsung menopang stabilitas sistem kelistrikan nasional yang menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : DPR Usul Perkuat Konseling di Puskesmas dan Sekolah Cegah Bunuh Diri Anak
“Dengan mekanisme ini, koordinasi antara pembangkit, komitmen pemasok batubara untuk memprioritaskan paskan batubara dalam negeri sebelum ekspor, serta regulator diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan energi primer bagi sistem kelistrikan nasional,” tutup Mamit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.