BREAKING NEWS
 

PASPI: Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Sawit

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 28 Maret 2026 09:51 WIB
Sejumlah anak bermain di area perkebunan kelapa sawit, menunjukkan kehidupan sosial di sekitar lahan sawit. Dok. PASPI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan pengembangan SDM harus mampu menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks. Pengembangan SDM juga harus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Tungkot Sipayung menambahkan bahwa pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai.

Baca juga : Transisi Kendaraan Listrik Jadi Kunci Selamatkan APBN Dari Krisis Energi

"Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang," katanya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Tungkot mengatakan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian. Pengembangan SDM sawit tersebut dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Adsense

"Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak- anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor," ujarnya.

Baca juga : Arema FC Kembali Latihan, Marcos Santos Bidik Kebangkitan di Sisa Musim

Ia mendorong BPDP untuk memperluas program pengembangan SDM kelapa sawit untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks. Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 13.265 peserta telah memperoleh beasiswa untuk pengembangan SDM industri sawit di berbagai perguruan tinggi. Kemudian program pelatihan teknis telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit.

Adapun pada tahun 2026 ini BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan.

"Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan maupun penyiapan SDM industri sawit yang diperlukan, apa yang telah dilakukan BPDP tersebut masih perlu diperbesar pada yang akan datang," ujarnya.

Baca juga : PTPN I Pegang Mandat Hilirisasi Kelapa Dan Pala

Ia mengharapkan, BPDP bisa melahirkan generasi kelapa sawit yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk memperkuat daya saing global, imbuhnya, kualitas SDM industri sawit nasional harus mampu melampaui negara pesaing seperti Malaysia.

"Inilah tantangan terbesar dalam SDM industri sawit kita. Bagaimana reinvestasi dana sawit untuk membangun dan mempersiapkan SDM sawit yang lebih unggul dari negara pesaing kita bahkan lebih unggul dari industri lain," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense