BREAKING NEWS
 

Pasokan Dijamin Aman

Pangan RI Tidak Tergantung Timteng

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 30 Maret 2026 08:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) berdialog dengan warga dan pedagang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Qori/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pangan Indonesia tidak tergantung pasokan dari Timur Tengah (Timteng). Karena itu, pasokan pangan dalam negeri dijamin aman meski perang tengah berkecamuk di Timteng.

Hal ini dipastikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menerangkan, perang di Kawasan Teluk sejak 28 Februari silam, tak mengganggu sama sekali pasokan pangan.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, menerangkan, pasokan pangan pokok seperti beras, jagung, ayam, telur, hingga sayur-sayuran telah dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara komoditas yang masih impor seperti gandum, datang dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).

"Berarti pangan aman, tidak ada masalah apa pun," ucap Zulhas, kepada wartawan, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Ketua Umum PAN ini sudah blusukan langsung ke bawah untuk mengecek pasokan dan harga pangan. Termasuk ke Pasar Minggu di Jakarta Selatan. Ia menyebut, stok pangan seperti beras, ayam, telur, hingga sayur-sayuran tersedia melimpah.

Zulhas kembali memastikan, stok pangan nasional masih sangat aman. Apalagi sejak awal, pemerintahan Prabowo Subianto sudah mendorong swasembada pangan sebagai program prioritas.

Baca juga : Digelar Di Monas, Bazar Rakyat Diserbu 200 Ribu Orang

"Meski ada masalah di Timur Tengah, ada masalah di sana-sini, kita bersyukur, kebijakan Bapak Presiden jauh-jauh hari, harus swasembada pangan, mandiri. Jadi antisipasi. Nah ini kita beruntung," ujar Zulhas.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat tak khawatir ataupun melakukan panic buying alias melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat diminta membeli secukupnya.

"Tak usah khawatir apalagi berebut membeli. Stoknya berlebih. (Beli) secukupnya, karena stoknya aman terkendali. Tak ada kekhawatiran sama sekali, tak ada masalah apapun soal pangan," tegasnya lagi.

Zulhas menegaskan, stok beras nasional juga dalam kondisi aman. Produksi beras tahun lalu tercatat surplus sekitar 4 juta ton. Jumlah serupa diperkirakan kembali terjadi tahun ini. "Jadi beras tahun ini sampai tahun depan aman stoknya," kata Zulhas, meyakinkan.

Adsense

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, hingga saat ini belum ada kendala berarti pada distribusi komoditas bahan pangan impor seperti bawang putih dan kedelai. "Impor bawang putih yang mayoritas berasal dari China berjalan normal karena jalur logistik masih aman," tutur Mendag. 

Ditambahkan Budi, impor bawang putih dari China saat ini belum 100 persen. Proses pengadaan komoditas ini masih berlangsung sesuai rencana kerja Pemerintah.

Baca juga : Dampaknya Meluas, Putin Samakan Perang AS-Israel Vs Iran Dengan Covid-19

Ia mengakui, ketergantungan pada satu negara pemasok membuat Pemerintah bersikap hati-hati. Sebab, lonjakan permintaan tiba-tiba dapat memicu kenaikan harga jual dari pihak penyuplai luar negeri.

Untuk itu, Pemerintah berupaya mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali akibat permintaan pasar yang melonjak drastis, dengan pengaturan volume impor secara bertahap untuk menjaga stabilitas domestik. 

"Makanya impornya itu secara pelan-pelan. Disesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri, sehingga harga di pasaran menjadi stabil," katanya.

Mendag melanjutkan, komoditas kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat luas juga aman. Pemerintah menjamin harga bahan baku tempe dan tahu ini tak naik. "Kedelai masih dalam kondisi aman," imbuhnya.

Perum Bulog ikut memastikan, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tetap aman meski terjadi gejolak di Timteng dan ancaman fenomena El Nino ekstrem alias Godzilla El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meyakinkan, kondisi pangan nasional relatif stabil. Apalagi, Indonesia telah mencapai swasembada.

"Indonesia bersyukur, alhamdulillah dengan swasembada pangan, tak terlalu terdampak dengan kondisi Timur Tengah," kata Rizal dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Baca juga : Rudianto Lallo: Harus Dipikirkan Bersama Regulasi Dan Penindakannya

Capaian swasembada pangan ini, kata dia, menjadi faktor penting yang menjaga ketahanan nasional. Catatan Bulog, stok komoditas beras saat ini telah mencapai 4,23 juta ton. Angka ini rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Dia pun optimistis ketersediaan pangan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, termasuk untuk menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan bakalan berlangsung ekstrem.

Sementara untuk minyak goreng, Bulog mencatat ketersediaan stok mencapai sekitar 72 ribu kiloliter per bulan. Angka ini cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat secara nasional.

Bulog berpesan, masyarakat tak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Pihaknya bakal terus mengelola secara optimal memenuhi kebutuhan nasional. "Aman terkendali. Masyarakat tidak perlu bimbang," tegas Rizal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense