BREAKING NEWS
 

Atur Ritme Panen Hadapi Anomali Iklim

Produksi & Mutu Kopi PTPN IV Tetap Terjaga

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 10 April 2026 06:35 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo melakukan penyesuaian ritme panen kopi dalam menghadapi anomali iklim-pada awal 2026, berbuah manis. Produksi dan mutu komoditas tersebut tetap terjaga positif.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, iklim yang ditandai dengan tingginya curah hujan pada awal 2026, memaksa pengelolaan perkebunan melakukan penyesuaian ritme produksi demi menjaga mutu. 

“Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi kinerja keuangan segmen kopi di perusahaan kami untuk tetap mencatatkan hasil positif,” kata Jatmiko dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026). 

Baca juga : Purbaya: Mereka Belum Tahu Jurus-jurus Saya

Sub Holding PTPN III (Persero) itu, mencatat laba sebelum pajak dari komoditas kopi sebesar Rp 3,43 miliar pada triwulan I-2026. 

Menurut Jatmiko, capaian tersebut diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi. 

Selain itu, peningkatan kinerja terutama ditopang lonjakan penjualan yang signifikan pada awal tahun. 

Baca juga : Sanksi Tegas Pembuat Laporan Palsu Pakai AI

“Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” katanya. 

Data perusahaan menunjukkan, penjualan bersih kopi hampir berlipat ganda secara tahunan. Yang mana, pada triwulan I-2025, penjualan tercatat Rp 10,94 miliar. 

Sementara, pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp 21,78 miliar. 

Baca juga : Atletico Bungkam Barca

Meski demikian, peningkatan penjualan tidak sepenuhnya diikuti lonjakan laba operasional. Pihaknya mencatat EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp 3,70 miliar per Maret 2026, atau sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,82 miliar. 

“Tapi perusahaan menilai kemampuan menghasilkan kas masih relatif terjaga,” tuturnya. 

Adsense

Ia menambahkan, di balik capaian finansial tersebut, perusahaan menghadapi tantangan di sisi hulu. Seperti curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses fotosintesis dan pematangan buah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense