BREAKING NEWS
 

Mudah dan Cepat, BSI Kenalkan Investasi Emas Sasar Anak Muda

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 13 April 2026 07:05 WIB
BSI menggelar Kuliah Umum Investasi Emas: Dari Logam Mulia ke Aset Digital di Universitas Indonesia. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tren harga emas yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu instrumen yang memiliki daya tarik sendiri di masyarakat.

Sifatnya yang diyakini tahan inflasi dan safe haven menjadikan emas masih jadi primadona investasi yang aman dan mudah. Bank Syariah Indonesia atau BSI secara konsisten meningkatkan literasi investasi emas untuk seluruh kalangan.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho yang akrab disapa Cahyo menyampaikan, hal yang sama di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia dalam acara Kuliah Umum "Investasi Emas: Dari Logam Mulia ke Aset Digital" yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Cahyo menekankan, anak-anak muda Indonesia harus didorong untuk mulai melek investasi syariah dengan cara yang mudah, aman, dan memiliki prospek yang baik, salah satunya melalui emas.

"Untuk itu, kami terus memperluas layanan bank emas dengan menghadirkan akses yang semakin mudah, sehingga dapat dimiliki oleh semua kalangan dengan biaya yang murah dan terjangkau,” ujar Cahyo dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Baca juga : Empat Hari Geledah 12 Tempat, KPK Kebut Penyidikan Kasus Walkot Madiun

Cahyo menambahkan bahwa untuk memperkuat layanan bank emas di kalangan anak muda, pihaknya melakukan pendekatan langsung (door to door) dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Salah satunya adalah dengan mengenalkan investasi emas yang semudah membeli satu cangkir kopi.

Lebih lanjt Cahyo mengatakan, saat ini Bank Syariah Indonesia memiliki layanan Bank Emas yang saat ini mudah yang dapat diakses dengan mudah lewat mobile banking BYOND by BSI.

Adsense

Nasabah cukup membuka fitur pembelian emas dengan nomial mulai dari Rp50ribu, dengan per gram mengikuti harga yang berlaku di hari tersebut.

Selain itu, gramase emas yang dimiliki dapat ditransfer ke rekening emas lain, atau bahkan dicetak sesuai keinginan. Inilah yang menjadi keunikan BSI sebagai bank emas, yaitu emas yang dibeli secara digital tetap dapat dicetak dalam bentuk fisik.

Baca juga : Bayer Tancap Gas Menuju 2030, Andalkan Inovasi Dan AI Dongkrak Pertumbuhan

“Emas merupakan ekosistem yang unik di BSI. Selain dapat ditabung sebagai instrumen investasi. Emas tersebut juga bisa dicetak dalam bentuk fisik. Jika ada kebutuhan mendesak, emas dapat digadaikan, dan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dalam jumlah gramasi besar, tersedia pula fasilitas cicilan melalui pembiayaan,” ujarnya.

Cahyo menjelaskan, BSI ingin memperluas segmen pasar investasi emas agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mulai berinvestasi emas dengan mudah, bahkan dengan nominal kecil, mulai dari Rp50ribu.

Harapannya, BYOND by BSI dapat menjadi toko emas terbesar di Indonesia yang tersedia 24 jam dan bersifat real-time.

Bisnis emas terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan BSI. Hingga Februari 2026, BSI dipercaya mengelola 22,5 ton emas, dengan jumlah nasabah bank emas yang melesat hingga 400 persen dalam kurun waktu satu tahun sejak Bullion Bank diresmikan pada Februari 2025.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia, seiring dengan karakter emas sebagai aset safe haven yang berpotensi memberikan capital gain serta memiliki likuiditas tinggi untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Baca juga : Pemerintah Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing

Cahyo berharap dapat meningkatkan literasi investasi syariah di kalangan anak muda, khususnya dalam kepemilikan emas.

Menurutnya, generasi muda memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui perencanaan keuangan yang tepat, salah satunya dengan memulai investasi sejak dini.

"Program literasi dan inklusi terus digiatkan BSI melalui berbagai program yang bekerja sama dengan OJK, Perguruan Tinggi/Universitas, serta berbagai institusi lainnya, guna meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia," pungkas Cahyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense