Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Masyarakat Diimbau Bijak Gunakan BBM, Isi Wajar Hingga Tangki Penuh
Rabu, 1 April 2026 07:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak dan sesuai kebutuhan, termasuk mengisi bahan bakar secara wajar hingga kapasitas tangki penuh.
Imbauan ini merupakan bagian dari kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi yang diluncurkan pemerintah sebagai langkah mitigasi menghadapi dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan stabil. Meski demikian, perubahan perilaku konsumsi energi tetap diperlukan agar distribusi BBM tetap adil.
“Penggunaan BBM perlu dilakukan secara wajar setiap hari agar distribusi tetap stabil dan merata,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Baca juga : Bahlil Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM Di Tengah Gejolak Global
Untuk menjaga konsumsi tetap terkendali, pemerintah memberlakukan pengaturan pembelian BBM menggunakan aplikasi MyPertamina.
Melalui sistem ini, pembelian BBM dibatasi hingga 50 liter per kendaraan per hari atau setara dengan pengisian tangki penuh. Kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan umum dan angkutan logistik.
Pemerintah juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif serta mendukung efisiensi energi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan energi nasional.
Baca juga : Tabungan Emas Pegadaian Meroket Hingga 137 Persen
Ia juga memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami pastikan tidak ada kenaikan atau penurunan harga BBM. Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM secara bijak,” ujar Bahlil.
Program B50 Dorong Kemandirian Energi
Selain pengaturan konsumsi BBM, pemerintah juga mempercepat implementasi program B50, yakni pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (CPO) dengan 50 persen solar.
Program yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 ini ditargetkan mampu mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter (KL), sekaligus menghemat subsidi energi.
Baca juga : Krisis Minyak Global, Kenaikan BBM Dinilai Wajar Jaga APBN
Airlangga menyebut, kebijakan ini berpotensi menghemat subsidi hingga Rp48 triliun dalam enam bulan implementasi.
Sementara itu, Bahlil menambahkan bahwa program B50 juga akan mendorong Indonesia menuju swasembada energi, bahkan berpotensi menciptakan surplus solar seiring peningkatan kapasitas kilang domestik.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas energi nasional melalui penggunaan BBM yang lebih efisien dan bertanggung jawab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya