Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemerintah Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing
Rabu, 8 April 2026 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.
"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat," ujar Prabowo, dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).
Baca juga : Prabowo Ke Jepang, Prof Didik: Momentum Perkuat Perdagangan Dan Investasi
Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pusat Finansial Khusus direncanakan berlokasi di Bali. Prabowo menilai, usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.
Ia menjelaskan, banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022. Prabowo menilai, inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Baca juga : DPR Bentuk Panja Kawal Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis
"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," kata dia.
Prabowo menambahkan, langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru. Dalam hal ini, ia melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.
Baca juga : Pemerintah Kaji WFH & Potong Hari Kerja Untuk Hemat BBM, Begini Kata Ekonom
"Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti," tutup dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya