RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama Perum Bulog Dr. Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak (inspeksi mendadak), untuk memonitor ketersediaan minyak goreng bermerek Minyakita ke dua pasar di Jakarta, yaitu Pasar Minggu dan Pasar Grogol. Hasilnya, stok dan harga komoditas tersebut dalam kondisi aman terkendali.
Rizal mengatakan, kegiatan monitoring merupakan sinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya dan jajaran Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta & Banten.
Rizal mengungkapkan, stok Minyakita dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di pasar tradisional.
“Dari hasil monitoring ini, kami memastikan bahwa stok Minyakita tersedia dan dijual dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini harga terpantau sesuai HET (Harga Ececeran Tertinggi) di Rp 15.700 per liter,” ujar Rizal di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca juga : BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Rizal menjelaskan, permintaan terhadap Minyakita mengalami peningkatan seiring pergeseran konsumsi masyarakat dari minyak curah ke minyak kemasan sederhana.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota pasokan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar distribusi tetap terjaga.
“Kami melihat adanya peningkatan demand, sehingga langkah antisipatif sudah kami lakukan dengan mengusulkan tambahan pasokan. Tujuannya, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan Minyakita,” jelasnya.
Permintaan tambahan kuota MinyaKita ini juga sempat disampaikan Rizal, usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras, di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca juga : 2030, Jakarta Ditargetkan Keluar Dari Krisis Sampah
Pihaknya telah melaporkan kondisi ketersediaan MinyaKita kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagai bagian dari koordinasi pengendalian pangan nasional.
Rizal mengakui, kuota distribusi MinyaKita masih terbatas. Karena, selain diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, secara bersamaan diperlukan untuk memenuhi program bantuan pangan dari Pemerintah.
Sekadar informasi, Pemerintah melibatkan perusahaan pelat merah di bidang pangan untuk ikut serta mendistribusikan Minyakita. Dimana pemerintah juga mewajibkan produsen untuk menyalurkan minimal 35 persen Minyakita kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan.
Rizal menjelaskan, kuota sebesar 35 persen dari Domestic Market Obligation (DMO) kepada tiga BUMN pangan tersebut, komposisinya terbagi atas 70 persen untuk Bulog, 20 persen ID Food dan 10 persen Agrinas Palma Nusantara.
Baca juga : Bayern Munchen Vs Real Madrid, Pemenang Paling Pede
Meski mendapat kuota terbesar, ia bilang, Bulog tetap harus mengatur strategi distribusi secara cermat agar kebutuhan pasar dan program bantuan pangan tetap terpenuhi.
Apalagi mengingat penugasan penyaluran bantuan pangan ini diberikan kepada lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang datanya berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Adapun bantuan itu meliputi beras dan minyak goreng merek MinyaKita.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.