RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan memperkuat ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi dari fosil menuju EBT. Salah satunya melalui penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang optimistis terhadap kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Baca juga : Sebulan Lagi, DPRD DKI Bakal Punya Ketua Baru
Strategi tersebut dinilai penting untuk menciptakan permintaan yang stabil, sekaligus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh.
“Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan Pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca juga : City Gusur Arsenal...
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pasar industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dengan tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Pada 2025, pangsa pasar kendaraan listrik mencapai 21,71 persen. Terdiri dari Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.
Dari sisi produksi, kontribusi kendaraan berbasis listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif dengan capaian 11,1 persen pada 2025.
Baca juga : Kolaborasi Di Layar Lebar, RI-Australia Makin Mesra
Angka tersebut diperkirakan meningkat pada 2026, seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam kondisi Completely Built-Up (CBU).
Penguatan industri kendaraan listrik nasional juga didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi, mulai dari industri hulu hingga hilir. Indonesia telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik yang mencakup proses refinery, produksi sel baterai, hingga pengolahan ulang (recycling).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.