Dark/Light Mode

FSAI 2026 Hadir Di 11 Kota

Kolaborasi Di Layar Lebar, RI-Australia Makin Mesra

Jumat, 24 April 2026 06:10 WIB
Peresmian FSAI 2026 oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan) dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di CGV Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Kedubes Australia
Peresmian FSAI 2026 oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier (kanan) dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di CGV Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Kedubes Australia

RM.id  Rakyat Merdeka - Diplomasi Indonesia–Australia bergerak ke layar lebar. Lewat festival film, kedua negara memperkuat hubungan people-to-people, sekaligus membuka peluang baru bagi industri kreatif.

Hubungan Indonesia dan Australia kian erat lewat jalur budaya. Sebanyak 11 kota di tanah air akan menjadi tuan rumah Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 yang digelar pada 8–23 Mei 2026.

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier menegaskan, festival ini bukan sekadar ajang pemutaran film, melainkan bagian dari diplomasi budaya kedua negara.

Baca juga : Fay Nabila, Bantah Bercerai Karena Mertua

“FSAI mencerminkan komitmen bersama terhadap kolaborasi kreatif. Kami ingin mempererat hubungan people-to-people melalui film dan budaya,” ujarnya saat peluncuran FSAI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

FSAI 2026 merupakan kolaborasi Kedutaan Besar Australia dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Peresmian dilakukan bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Sebelas kota yang akan disambangi meliputi Jakarta, Manado, Makassar, Semarang, Medan, Surabaya, Banjarmasin, Bogor, Yogyakarta, Kupang dan Mataram.

Baca juga : Purbaya: Kondisi Keuangan Aman, Kita Tak Butuh Utang IMF Dan Bank Dunia

Festival ini menayangkan lima film Australia dan dua film Indonesia, termasuk Jumbo dan Rangga & Cinta.

Tak hanya pemutaran film, FSAI juga menghadirkan program pengembangan talenta dengan menghadirkan sineas Australia seperti Andrew Commis dan akademisi Michelle Johnson dari Curtin University.

Menariknya, tahun ini festival menghadirkan konsep baru lewat pemutaran film luar ruang bertajuk Screen on the Green di Kebun Raya Bogor. “Mudah-mudahan tidak hujan,” harap Dubes Brazier.

Baca juga : Ketemu Luhut, Prabowo Bahas Geopolitik-Ekonomi

Pemerintah Australia juga kembali menghadirkan program Australia Awards untuk mendukung peningkatan kapasitas sineas Indonesia, termasuk pelatihan di bidang kekayaan intelektual animasi.

Dubes Brazier berharap, jumlah penonton tahun ini melampaui capaian 6.500 orang pada penyelenggaraan sebelumnya.

Irene Umar menilai, FSAI sebagai ajang strategis memperluas jejaring industri film nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.