Dark/Light Mode

Disambut Langsung Oleh Dubes RI Di Arab Saudi

3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Madinah

Kamis, 23 April 2026 07:30 WIB
Kedatangan jemaah haji Indonesia yang tiba perdana di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Rabu (22/4/2026). (Foto: Dok. Media Center Haji 2026)
Kedatangan jemaah haji Indonesia yang tiba perdana di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Rabu (22/4/2026). (Foto: Dok. Media Center Haji 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iga kelompok terbang (kloter) perdana jemaah haji Indonesia mendarat di Madinah pada Rabu, 22 April 2026, dengan proses layanan yang berlangsung tertib, lancar, dan terkoordinasi dengan baik. 

Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA) yang membawa 360 jemaah tiba pada pukul 06.20 waktu Arab Saudi (WAS). Selang setengah jam, Kloter 1 Embarkasi Jakarta–Pondok Gede (JKG) dengan 391 jemaah menyusul pada pukul 06.50 WAS melalui skema Makkah Route (fast track). 

Berikutnya, Kloter 1 Embarkasi Kualanamu (KNO) tiba pada pukul 10.00 WAS. 

Kedatangan para jemaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah disambut langsung oleh Duta Besar RI Abdul Aziz Ahmad, Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary, Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho, Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman, serta jajaran petugas lainnya. 

Penyambutan berlangsung hangat sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu Allah. 

Baca juga : Maman Imanul Haq: Keluarga, Benteng Utama Pengawasan

Duta Besar RI Abdul Aziz Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan terhadap implementasi layanan Makkah Route yang mempercepat proses keimigrasian jemaah. 

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berlangsung cepat melalui skema fast track. Ke depan, kami berharap seluruh jemaah dapat menikmati layanan ini,” ujarnya. 

Makkah Route (Rute Makkah) merupakan bentuk kerja sama strategis antara imigrasi Indonesia dan Arab Saudi yang memungkinkan seluruh proses keimigrasian—mulai dari pemeriksaan paspor, visa, hingga bea cukai—diselesaikan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan sistem ini, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak lagi melalui antrean imigrasi dan dapat langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke hotel. 

Dubes juga menambahkan, distribusi kartu Nusuk sejak di Tanah Air turut mempermudah jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah. Ia pun mengapresiasi kesiapan dan respons cepat seluruh petugas di Madinah dalam menyambut kedatangan jemaah. 

“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh petugas sehingga proses kedatangan berjalan sangat lancar,” tambahnya. 

Baca juga : Jasra Putra: PP Tunas Jadi Sabuk Pengaman

Dari sisi akomodasi, jemaah ditempatkan dengan skema satu kloter satu hotel, guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan koordinasi. Pada gelombang awal ini, jemaah menghuni hotel di kawasan strategis sekitar Masjid Nabawi, seperti wilayah Taibah Front dan Makarem Suite yang berada dalam cakupan Sektor 1, sehingga memudahkan akses beribadah. 

Selama kurang lebih sembilan hari berada di Madinah, jemaah akan memperoleh layanan penuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. 

Sementara Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman memastikan, seluruh proses kedatangan berjalan aman dan tanpa kendala berarti. 

“Alhamdulillah, seluruh kloter awal tiba dengan tertib dan lancar. Ini menjadi awal yang sangat baik bagi penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya. 

Wajah-wajah jemaah yang turun dari bus tampak memancarkan kebahagiaan. Senyum dan rasa syukur menyelimuti suasana, mencerminkan haru dapat menjejakkan kaki di Kota Nabi. Mereka juga merasakan peningkatan kualitas layanan sejak dari embarkasi hingga tiba di Madinah. 

Baca juga : DPR Tak Mau UU Pemilu Kembali Digugat Ke MK

Pihak syarikah (majmuah) turut memberikan sambutan khas kepada para jemaah sebagai bentuk penghormatan kepada tamu Allah. Nuansa hangat yang menjadi ciri khas penyambutan di Madinah semakin memperdalam kesan spiritual di awal perjalanan ibadah mereka. 

Secara keseluruhan, penyelenggaraan transportasi udara haji tahun 2026 melibatkan dua maskapai, yakni Garuda Indonesia yang melayani 277 kloter (sekitar 102.502 jemaah) dari 10 embarkasi, serta Saudia Airlines yang menangani 248 kloter. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan mobilisasi jemaah berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu. 

Dengan kesiapan layanan yang menyeluruh, Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara nyaman, khusyuk, serta meraih pengalaman spiritual yang maksimal selama berada di Madinah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.