Dark/Light Mode

Trump Perpanjang Gencatan Senjatan, Iran Tetap Siaga

Kamis, 23 April 2026 07:40 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Menanggapi hal itu, Iran mengaku akan tetap siaga perang. 

Perpanjangan ini diumumkan sebelum batas waktu gencatan senjata AS-Iran putaran pertama berakhir pada Rabu (22/4/2026). Gencatan senjata AS-Iran dilakukan selama dua pekan dimulai dari Rabu (8/4/2026). 

Trump menyebut keputusan tersebut diambil untuk memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai antara kedua negara. Selain itu, keputusan ini juga merespons permintaan Pakistan yang selama ini berperan sebagai mediator. 

“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan untuk menahan serangan kami terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal terpadu,” kata Trump melalui platform Truth Social, Selasa (21/4/2026), seperti dikutip Reuters

Baca juga : 3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Madinah

Meski demikian, Trump menegaskan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap dilanjutkan oleh militer AS. “Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan siaga,” ujarnya. 

Trump juga menyinggung kondisi pemerintahan Iran yang dinilai terpecah. Ia mengatakan AS masih menunggu kehadiran perwakilan Iran dalam negosiasi lanjutan di Pakistan. 

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah, atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran,” kata Trump. 

Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) menegaskan, pasukannya tetap dalam kondisi siaga meski gencatan senjata diperpanjang. 

Baca juga : Maman Imanul Haq: Keluarga, Benteng Utama Pengawasan

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyatakan, pihaknya terus memperbarui peralatan dan menyesuaikan taktik selama masa gencatan senjata. “Kami sedang mempersenjatai kembali, memperbarui peralatan, dan menyesuaikan taktik, teknik, serta prosedur kami,” ujarnya dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4/2026). 

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan, apresiasi atas keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata, yang dinilai membuka peluang bagi kelanjutan negosiasi damai. “Saya berharap kedua pihak dapat mematuhi gencatan senjata dan mencapai kesepakatan damai komprehensif dalam perundingan lanjutan di Islamabad,” kata Sharif melalui akun X. 

Namun, dari pihak Iran, respons yang muncul justru bernada skeptis. Penasihat Ketua Parlemen Iran Mahdi Mohammadi menilai, pengumuman sepihak tersebut tidak memiliki arti. “Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak berarti apa-apa,” ujarnya. 

Ia menilai, langkah tersebut hanya taktik AS untuk mengulur waktu sebelum kembali melancarkan serangan, terlebih dengan tetap berlanjutnya blokade pelabuhan Iran. 

Baca juga : Jasra Putra: PP Tunas Jadi Sabuk Pengaman

“Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pemboman dan harus direspons secara militer,” tegasnya. 

Sementara itu, Pakistan sebagai mediator menyatakan belum menerima tanggapan resmi dari Iran terkait keikutsertaan dalam putaran kedua perundingan damai di Islamabad. 

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Teheran. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.