Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Keduanya membahas dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap ekonomi nasional.
Momen pertemuan itu diunggah Luhut melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan. Dalam pertemuan itu, Luhut mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan jas berwarna gelap. Sedangkan Prabowo mengenakan safari krem lengan pendek.
Keduanya bertemu di salah satu ruang Istana Negara dengan latar dinding kayu berornamen klasik, lambang Garuda Pancasila, serta deretan bendera Merah Putih. Prabowo dan Luhut duduk berhadapan di meja bundar kecil yang dikelilingi delapan kursi.
Dalam pertemuan itu, Luhut terlihat membawa sejumlah dokumen yang kemudian disampaikan langsung kepada Presiden. Prabowo pun mencermati laporan tersebut secara detail.
Usai pertemuan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengantar Luhut hingga ke buggy car untuk meninggalkan Istana. Sebelum berpisah, Teddy memberi salam hormat yang dibalas Luhut dengan gestur serupa.
Baca juga : Harga Di Produsen Naik, Pemerintah Pastikan Harga Daging Sapi-Kerbau Stabil
Dalam keterangannya, Luhut mengungkapkan dirinya telah melakukan simulasi terbaru terkait kondisi ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik global. Hasilnya, ekonomi Indonesia dinilai masih dalam kondisi terjaga dalam tiga bulan ke depan.
“Pertumbuhan dan aktivitas ekonomi domestik tetap stabil,” jelas Luhut.
Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Terutama jika konflik global berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Salah satu risiko utama yang menjadi perhatian adalah lonjakan harga energi. Menurut Luhut, tekanan tidak hanya berasal dari harga minyak mentah, tetapi juga dari melebarnya selisih harga antara minyak mentah dan produk BBM.
“Selain energi, kami juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik,” lanjutnya.
Baca juga : Trump Perpanjang Gencatan Senjatan, Iran Tetap Siaga
Luhut menegaskan, hasil simulasi menunjukkan kondisi ekonomi nasional dan APBN masih dapat dikendalikan. Pemerintah pun berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen.
“Melalui efisiensi belanja yang ketat, dibantu tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan kelapa sawit,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong percepatan deregulasi sebagai stimulus nonfiskal guna menjaga aktivitas dunia usaha tetap berjalan. “Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha memiliki kepastian untuk bergerak,” tutur Luhut.
Ia juga menilai situasi global saat ini membuka peluang bagi Indonesia untuk melakukan lompatan transformasi. Terutama melalui percepatan digitalisasi pemerintahan (GovTech) dan pengembangan pusat keuangan nasional.
“Kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global,” ujarnya. “Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil peluang untuk melompat lebih maju,” tambah Luhut.
Baca juga : 3 Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Madinah
Sementara itu, Seskab Teddy menegaskan, pemerintah terus mempercepat transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial guna meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran.
Menurut Teddy, program digitalisasi bansos saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan direncanakan diperluas ke 42 kabupaten/kota. “Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran,” ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain itu, pemerintah juga melihat peluang strategis untuk menarik arus modal internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center. “Guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” pungkas Teddy. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya