RM.id Rakyat Merdeka - Program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan terus berjalan dengan ketentuan harga eceran tertinggi yang tetap seperti sebelumnya. Pemerintah juga memberlakukan pembatasan pembelian maksimal 25 kilogram (Kg) beras per konsumen.
Kebijakan ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus mencegah praktik pembelian tidak wajar di masyarakat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, harga beras SPHP tetap dipertahankan karena berfungsi sebagai intervensi pasar.
“Kualitasnya (beras) juga premium karena pupuknya bagus, tepat waktu, tepat volume dan airnya bagus,” kata Amran dalam keterangan resmi Bapanas, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga : Jakarta Diminta Siap Hadapi El Nino Godzilla
Berdasarkan catatan Bapanas, realisasi penyaluran beras SPHP sepanjang Maret hingga minggu ketiga April 2026 mencapai 139,86 ribu ton.
Untuk mengatasi kendala ketersediaan kemasan plastik, Bapanas telah berkoordinasi dengan Perum Bulog. Salah satu langkah yang diambil adalah memanfaatkan kemasan beras SPHP stok tahun 2023–2025 sebanyak 12,3 juta lembar.
“Namun, informasi kelas mutu, merek dagang, HET (Harga Eceran Tertinggi) dan informasi penting lainnya tetap sesuai dengan produk di dalam kemasan, serta melalui pengawasan ketat,” ujar Amran.
Pengamat komunikasi publik Hendri Satrio menyoroti kebijakan pembatasan pembelian beras tersebut. Dia mengingatkan, kebijakan itu menimbulkan persepsi kelangkaan.
Baca juga : Barca Di Ambang Juara
“Maksudnya gini, kata-kata pembatasan pembelian seolah-olah beras kita memang cuma sedikit karena ada pembatasan pembelian,” ungkap dia.
Menanggapi hal itu, Amran menegaskan, pembatasan pembelian tetap diperlukan untuk mencegah praktik penjualan kembali beras SPHP.
“Tujuannya untuk mengatasi posibilitas praktik penjualan kembali dengan repacking atau pengemasan ulang beras ke merek dagang jenis beras lainnya,” ungkapnya.
Beras SPHP dibatasi karena ini adalah subsidi Pemerintah sebagai penyeimbang.
Baca juga : Jumlah Warga Palestina Yang Ikut Nyoblos Minim
“Ini pasti menurunkan harga. Kalau tidak dibatasi, (bisa) diborong 1 truk, (lalu) dijual kembali,” sebut Amran. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 27 April 2026 dengan judul "Jaga Stabilitas Harga Di Pasar SPHP Berlanjut, Pembelian Beras Dibatasi 25 Kilogram"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.