BREAKING NEWS
 

Inflasi April 2026 Terkendali, Harga Cabe Rawit Hingga Daging Ayam Turun

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 4 Mei 2026 16:43 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laju inflasi pada April 2026 masih terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,13 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 di April. Sementara inflasi sejak awal tahun mencapai 1,06 persen (YoY).

Penyumbang utama kenaikan harga pada April 2026 datang dari sektor transportasi. Kelompok ini mencatat inflasi 0,99 persen dengan andil terbesar terhadap inflasi total, yakni 0,12 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin sebagai faktor dominan.

Baca juga : Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Masyarakat Tanam Pohon

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin. Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” jelas Ateng di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Adsense

Selain transportasi, beberapa bahan pangan juga ikut menyumbang inflasi, seperti minyak goreng, tomat, serta beras dan nasi dengan lauk. Meski begitu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20 persen. Penurunan harga ini memberi kontribusi menahan inflasi secara keseluruhan.

Ateng menjelaskan beberapa komoditas yang berperan sebagai penahan inflasi, antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras. Beberapa harga komoditas tersebut tercatat mengalami penurunan.

Baca juga : Industri Diapers Tertekan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Gangguan Pasokan

“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi di antaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabe rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” paparnya.

Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen. Kenaikan ini dipicu oleh harga sejumlah barang seperti minyak goreng, makanan siap saji, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop. Sementara harga yang diatur pemerintah mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama karena penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.

Di sisi lain, komponen harga bergejolak mengalami deflasi cukup dalam sebesar 0,88 persen. Penurunan harga pada komoditas pangan seperti daging ayam, cabe, dan telur menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi bulan ini.

Baca juga : Inflasi Jakarta Maret 2026 Terkendali di Level 0,51 Persen Selama Ramadan

Secara wilayah, mayoritas daerah mengalami kenaikan harga. Sebanyak 30 provinsi mencatat inflasi, sementara 8 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Maluku sebesar 0,17 persen. Dengan kondisi ini, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman, ditopang oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan yang mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya transportasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense