RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (12/5/2026) siang melemah sebesar 89 poin atau 0,51 persen menjadi Rp 17.503 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang kembali memicu penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia.
“Ketegangan di Selat Hormuz ini masih terus memanas walaupun dianggap bahwa perang ini sudah usai kata Trump,” kata Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca juga : Rupiah Anjlok Ke Level Rp 17.495 Per Dolar AS
Menurut dia, ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran, sehingga memicu serangan-serangan kecil antarkapal di kawasan Selat Hormuz.
Selain itu, keterlibatan Uni Emirat Arab dalam konflik tersebut melalui serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, turut memperburuk situasi kawasan.
“Jadi Uni Emirat Arab sampai saat ini pun juga terus melakukan penyerangan, walaupun tidak di-expose secara internasional,” ujar Ibrahim.
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Level Rp 17.326 Per Dolar AS
Ia menilai, konflik di kawasan Timur Tengah membuat indeks dolar AS menguat cukup signifikan dan mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, terutama brent crude oil.
Dari sisi domestik, Ibrahim menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen belum cukup kuat menopang penguatan rupiah.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi masih lebih banyak ditopang konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah, sementara kontribusi investasi dinilai masih relatif kecil.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 17.410 Per Dolar AS
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis penilaian dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disebut berpotensi menurunkan peringkat saham Indonesia.
Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah, meski diperkirakan tidak menembus level Rp 17.550 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.