BREAKING NEWS
 

PTFI & Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 12 Mei 2026 17:00 WIB
Area tambang bawah tanah Grasberg BlockCave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2025, volume penjualan PTFI untuk tembaga mencapai 1,2 miliar pound serta 1,1 juta ounces emas. (Foto: PTFI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam 5–10 tahun terakhir, banyak perubahan yang dirasakan masyarakat Papua Tengah, terutama di wilayah sekitar operasional PT Freeport Indonesia (PTFI). Mulai dari bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya akses pendidikan dan layanan kesehatan, hingga tumbuhnya usaha-usaha lokal. Pengaruh kehadiran PTFI terlihat semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di berbagai distrik seperti Mimika Timur, Kuala Kencana, dan Tembagapura, makin banyak anak-anak muda Papua yang kini bekerja di berbagai bidang operasi PTFI. Mayoritas lulusan program pelatihan PTFI atau penerima beasiswa.

“Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial. Ini adalah hasil investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan,”  kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Selasa (12/5/2026). 

Menurut data internal, proporsi tenaga kerja asli Papua kini mencapai 40,9 persen. Angka ini terus meningkat setiap tahun.

Usaha Lokal Tumbuh Bersama PTFI

Baca juga : KPK: Pemeriksaan Terhadap Pengusaha Rokok Berlanjut

Di Timika, banyak pelaku usaha lokal mengakui, kerja sama dengan PTFI membuka pintu bagi perkembangan usaha mereka. Mulai dari jasa transportasi, katering, pertanian lokal, hingga usaha perbengkelan, semua merasakan efek berganda dari aktivitas ekonomi perusahaan.

Salah satu pelaku usaha, Grasella Kunong mengungkap, pendapatan usahanya meningkat setelah mengikuti program local business empowerment dari PTFI.

“Sekarang, kami bisa mempekerjakan lebih banyak orang kampung. Usaha kami bisa mengirimkan pasokan secara rutin,” ujarnya.

Adsense

Selama satu dekade terakhir, PTFI telah bermitra dengan lebih dari 400 pengusaha lokal, mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang semakin mandiri di Papua Tengah.

Di sisi pendidikan, PTFI mendukung pembangunan fasilitas belajar mulai dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah. Ribuan pelajar menerima bantuan peralatan belajar dan dukungan lainnya setiap tahun. Program beasiswa juga telah membawa banyak anak Papua melanjutkan pendidikan hingga ke luar daerah.

Baca juga : Prabowo: Indonesia Siap Investasi Besar-Besaran di Sektor Ekonomi Kelautan

Di bidang kesehatan, program penanganan malaria, peningkatan nutrisi anak, dan penguatan fasilitas kesehatan di beberapa kampung ikut dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan Papua. Karena itu, kami menjalankan program sosial secara jangka panjang dan berkelanjutan,”  kata Tony Wenas.

Infrastruktur Penghubung Banyak Harapan Baru

Beberapa wilayah yang dahulu sulit dijangkau, kini mendapat akses jalan yang lebih baik berkat kerja sama pembangunan antara PTFI dan pemangku kepentingan lokal. Akses terhadap listrik, air bersih, dan transportasi logistik juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Infrastruktur tersebut tidak hanya membantu aktivitas tambang, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga : Kemenkop Dorong Akses Keuangan Perkuat Ekonomi Desa Berkelanjutan

PTFI menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan Papua Tengah tidak hanya melalui kegiatan tambang, tetapi juga melalui upaya membangun fondasi ekonomi masa depan.

“Tujuan kami adalah agar Papua Tengah memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, jauh melampaui masa operasional tambang. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat jangka panjang dari setiap investasi yang dilakukan hari ini,”  tutur Tony Wenas.

Program-program yang difokuskan saat ini mencakup peningkatan SDM, pemberdayaan ekonomi desa, pelestarian lingkungan, serta pengembangan usaha lokal berbasis potensi daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense