Dark/Light Mode

IIF Raih Pendanaan Rp 1,3 Triliun, Perkuat Sektor Infrastruktur Berkelanjutan

Senin, 27 April 2026 16:17 WIB
IIF mendapatkan Fasilitas Term Loan sebesar Rp 500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Foto: Ist)
IIF mendapatkan Fasilitas Term Loan sebesar Rp 500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sukses mengamankan fasilitas pendanaan senilai total Rp 1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional pada awal tahun 2026. Dana segar ini diproyeksikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Fasilitas pendanaan tersebut berasal dari tiga sumber utama yakni, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Fasilitas Term Loan sebesar Rp 500 miliar yang ditandatangani pada 22 April 2026, FinDev Canada: Pinjaman sebesar 30 juta dolar AS, dan PT Bank BNP Paribas Indonesia: Perpanjangan fasilitas pendanaan senilai Rp 300 miliar.

Baca juga : PLN UIP JBB Raih Penghargaan Gold P2K3 Dari Gubernur Banten

Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan mengungkapkan, dukungan ini merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap sektor infrastruktur nasional.

"Fasilitas ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap sektor infrastruktur Indonesia. Dengan tambahan sumber pendanaan ini, IIF berada dalam posisi yang kuat untuk memperluas dampak pada proyek yang selaras dengan ekonomi rendah karbon," ujar Rizki dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).

Strategi dan Ekspansi

Baca juga : Rayakan 70 Tahun, Prof Jimly: Semoga Estafet Perjuangan Saya Dilanjutkan

Selain memperkuat likuiditas, Chief Financial Officer IIF Eri Wibowo menjelaskan, diversifikasi pendanaan ini bertujuan mengoptimalkan cost of funds. Langkah ini memungkinkan IIF memberikan suku bunga pembiayaan yang lebih kompetitif bagi klien.

Saat ini, IIF tengah membidik pendanaan tambahan hingga Rp5 triliun untuk mendukung pipeline proyek masa depan. Hingga kini, IIF tercatat telah membiayai lebih dari 150 proyek infrastruktur berkelanjutan selama 16 tahun beroperasi.

Fokus pada Target Net Zero 2060

Baca juga : BPD Bali Luncurkan KKI Online Perkuat Digitalisasi Belanja Pengadaan Pemda

Sebagai katalis infrastruktur, IIF juga mulai merambah sektor strategis baru seperti infrastruktur kesehatan dan penyediaan solusi credit enhancement untuk pasar modal. Seluruh inisiatif ini ditujukan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta target Net Zero Emissions Indonesia pada tahun 2060.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.