BREAKING NEWS
 

Sentuhan MedcoEnergi Memetik Manisnya Semangka di Tanah Bayung Lincir

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 20 Mei 2026 19:56 WIB
Perwakilan Kelompok Sumpal Palawija Makmur Suyanto (tengah), dan Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Medco E&P Grissik Ltd., Sudewo (kanan), pada sesi diskusi di ajang di ajang Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE, BSD Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah keriuhan ribuan pengunjung dan gemerlap stan teknologi hulu migas di ajang Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026), suara Suyanto terdengar bergetar.

Mengenakan pakaian rapi, batik biru lengan panjang, petani asal Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini hadir di atas panggung diskusi, mengenang kembali masa-masa kelam empat tahun lalu.

"Tahun 2022 adalah titik terendah kami. Modal habis, utang menumpuk, dan ladang semangka kami gagal total," ujar Suyanto di hadapan mahasiswa dan pengunjung yang memadati ruang diskusi.

Alih-alih melihat buah yang siap petik, kala itu ia dan tujuh petani lain dalam Kelompok Sumpal Palawija Makmur hanya bisa meratapi nasib di atas tanah yang meranggas telantar.

Di kawasan yang dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional tersebut, bertani palawija kerap kali menjadi pertaruhan untung-untungan.

Keterbatasan modal, minimnya pengetahuan teknis budidaya, hingga jeratan rantai pemasaran yang tidak berpihak pada petani, menjadi tembok tebal yang melumpuhkan asa mereka.

Kebanyakan petani pasrah lalu kembali menjadi buruh serabutan. Namun, ruang konvensi minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia itu seketika berubah riuh oleh tepuk tangan saat Suyanto melanjutkan ceritanya.

Baca juga : Mantap! Produksi Migas MedcoEnergi Melonjak 18 Persen Di Tengah Gejolak Global

Kehadirannya di sana bukan untuk meratap, melainkan membagikan kisah tentang bagaimana sebuah intervensi yang tepat mampu mengubah garis nasib kelompoknya; kerugian besar menjadi pendapatan hingga puluhan juta rupiah.

Sebuah titik balik yang bermula pada awal 2023, ketika program Local Business Development (LBD) yang diinisiasi oleh Medco E&P Grissik Ltd.—anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk yang mengoperasikan Blok Corridor, mulai masuk ke sela-sela kehidupan mereka.

Intervensi dari Hulu ke Hilir

Pendampingan yang dilakukan MedcoEnergi bersama yayasan mitra, Plantari, tidak sekadar memberikan bantuan modal mati yang habis dalam satu musim tanam.

Mereka meretas persoalan dari akarnya, mulai dari aspek hulu hingga hilir secara bertahap untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.

Para petani dilatih kembali dari dasar. Mereka diajarkan cara menguji keasaman tanah, memilih varietas benih unggul yang adaptif dengan iklim lokal, teknik pemupukan yang presisi, hingga menerapkan sistem pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Tidak berhenti di ladang, tantangan terbesar petani, yakni akses pasar juga diurai.

Adsense

MedcoEnergi memfasilitasi dan mempertemukan kelompok tani ini langsung dengan jaringan mitra penampung skala besar dan memperluas jaringan pemasaran ke luar daerah.

Baca juga : Jaga Momentum Pertumbuhan, Menteri Purbaya Siapkan Stimulus Baru

Perubahan pola pikir dan penerapan teknik agroekologi ini secara perlahan mengubah garis nasib di atas tanah Bayung Lincir.

Pada tahun pertama pendampingan di 2023, kelompok ini mulai membalikkan keadaan dengan mencatatkan pendapatan perdana sebesar Rp 4 juta. Setahun berselang, pada 2024, angkanya melonjak signifikan menjadi Rp 15 juta.

Puncaknya terjadi pada musim panen 2025. Lahan yang dulunya kering dan membawa nestapa, sukses memproduksi 23 ton semangka segar.

Buah-buah manis berton-ton tersebut bahkan berhasil menembus pasar luar kabupaten, mendatangkan pendapatan kumulatif hingga lebih dari Rp 90 juta bagi kelompok.

"Setelah pendampingan dari MedcoEnergi, kami lebih memahami budidaya yang baik. Hasil panen meningkat dan pasar semakin luas. Program ini membantu kami bangkit dan percaya diri untuk mengembangkan usaha," kata Suyanto dengan mata berbinar di atas panggung penel.

Kemandirian di Sekitar Area Operasi

Kisah sukses Kelompok Sumpal Palawija Makmur menjadi salah satu potret nyata bagaimana industri ekstraktif dapat tumbuh berdampingan dan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Masih di panggung yang sama, Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Medco E&P Grissik Ltd., Sudewo, menegaskan bahwa esensi dari program tanggung jawab sosial perusahaan adalah keberlanjutan dan kemandirian, bukan ketergantungan.

Baca juga : Cek Layanan Haji Di Juanda, Gibran Pastikan Keberangkatan Jemaah Aman & Lancar

"Melalui Program LBD, MedcoEnergi konsisten menghadirkan pemberdayaan yang tidak sekadar bersifat karitatif atau bantuan instan, melainkan membangun kapasitas dan kapabilitas masyarakat agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Kami melihat kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar area operasi," jelas Sudewo.

Menurut Sudewo, di tengah operasional Blok Corridor sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, penguatan usaha lokal di sekitar wilayah operasi diharapkan mampu menciptakan ketahanan ekonomi warga.

Dengan demikian, masyarakat dapat semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bahkan setelah masa operasi industri hulu migas usai.

Kini, riuh truk-truk pengangkut semangka yang keluar masuk Desa Tampang Baru telah menjadi pemandangan biasa setiap musim panen tiba.

Bagi Suyanto dan tujuh rekannya, lembaran kelam tahun 2022 telah lama berlalu.

Dari atas panggung megah IPA Convex 2026, mereka membuktikan bahwa lewat ketekunan yang dipadukan dengan pendampingan yang tepat, buah semangka yang ditanam di tanah Musi Banyuasin tidak hanya terasa manis di lidah, tetapi juga memberikan dampak finansial yang nyata bagi kesejahteraan warga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense