Dark/Light Mode

Mantap! Produksi Migas MedcoEnergi Melonjak 18 Persen Di Tengah Gejolak Global

Rabu, 20 Mei 2026 15:08 WIB
Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi. (Foto: Humas MedcoEnergi)
Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi. (Foto: Humas MedcoEnergi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah gejolak geopolitik dunia, disrupsi rantai pasok, serta tingginya volatilitas pasar energi global, PT Medco Energi Internasional (MedcoEnergi) Tbk memperkuat posisinya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Perusahaan membukukan kenaikan produksi minyak dan gas bumi hingga 18 persen pada awal tahun ini, dibarengi dengan percepatan berbagai proyek strategis dan ekspansi portofolio energi terbarukan.

Komitmen korporasi dalam menjaga keandalan pasokan energi domestik tersebut mengemuka dalam rangkaian pameran dan konvensi industri hulu migas IPA Convex 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Perhelatan tahun ini mengusung tema ”50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth” yang menekankan krusialnya kemitraan jangka panjang untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam sesi diskusi bertajuk ”MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth.”, Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi memaparkan bahwa perseroan berada pada posisi fundamental yang kokoh untuk terus memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, MedcoEnergi mencatatkan volume produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 170.000 barel setara minyak per hari (mboepd) pada Kuartal Pertama 2026.

Baca juga : Potensi Migas RI Menjanjikan di Tengah Kompleksitas Tantangan Global

Realisasi ini tumbuh 18 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, keberlanjutan pasokan energi nasional membutuhkan kedisiplinan yang tinggi dalam eksekusi proyek, keseimbangan portofolio, serta jalinan kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait.

“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” kata Iwan menambahkan.

Ekspansi Proyek Domestik dan Regional

Guna menjaga kesinambungan produksi, MedcoEnergi saat ini tengah memacu pengembangan sejumlah blok migas strategis di wilayah barat dan timur Indonesia.

Di Sumatra Selatan, optimalisasi penyaluran gas dari Blok Corridor terus berlanjut di bawah kepemilikan hak partisipasi sebesar 70 persen.

Baca juga : Prabowo Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Sementara itu, proyek gas Blok Sakakemang ditargetkan mencapai keputusan investasi akhir (FID) pada Kuartal Ketiga 2026, dengan target produksi perdana pada tahun 2027.

Untuk wilayah Sulawesi, pengerjaan proyek Senoro Phase 2A dijadwalkan dapat beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun ini. Langkah ekspansi korporasi juga merambah tingkat regional.

Proyek Bualuang Phase-1 di Thailand diproyeksikan mulai mengalirkan migas (onstream) pada Kuartal Kedua 2026. Selain itu, MedcoEnergi memperluas peran strategisnya di Asia Tenggara melalui hak operator di Blok Cendramas, Malaysia, yang dijadwalkan efektif pada September 2026 mendatang.

Diversifikasi Energi Bersih

Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, perusahaan berkode saham MEDC ini juga secara agresif memperbesar kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen saat ini bersiap memasuki pengembangan Fase 2 dengan rencana penambahan kapasitas sebesar 35 Megawatt (MW) guna menuju total kapasitas operasional 70 MW.

Di samping itu, ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Batam IPP terus berjalan menuju kapasitas 300 MW, bersamaan dengan studi kelayakan untuk perluasan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sumbawa yang saat ini berkapasitas 26 MWp.

Baca juga : Kembangkan Produk Lokal, Sanga Sanga Perluas Industri Herbal Hingga Pasar Global

Hingga awal tahun ini, porsi energi bersih telah menyumbang sekitar 26 persen dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik milik perseroan.

Capaian tersebut menempatkan MedcoEnergi dalam jalur yang tepat untuk memenuhi target porsi EBT sebesar 30 persen pada tahun 2030.

Dari aspek keberlanjutan dan tata kelola, kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perseroan mendapatkan pengakuan global dengan meraih peringkat "AAA" dari MSCI.

Predikat ini menempatkan MedcoEnergi ke dalam kelompok 11 persen perusahaan eksplorasi dan produksi migas global teratas dengan standar tata kelola tertinggi.

Hingga akhir tahun 2026, MedcoEnergi mematok target produksi tahunan di kisaran 165-170 mboepd dan target penjualan tenaga listrik mencapai 4.550 Gigawatt-jam (GWh).

"Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," tutur Iwan menutup penjelasannya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.