BREAKING NEWS
 

PRUVIU Tawarkan Solusi Digital untuk Tekan Kredit Macet Koperasi

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 21 Mei 2026 13:04 WIB
Foto: PRUVIU.

RM.id  Rakyat Merdeka - PRUVIU, sistem monitoring dan mitigasi risiko keuangan terpadu pertama di Indonesia, hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren, Kamis (21/5/2026), untuk memperkenalkan solusi teknologi yang membantu koperasi menekan risiko kredit macet sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pembiayaan.

Sebagai perusahaan system integrator yang berfokus pada layanan penunjang jasa keuangan, PRUVIU menghadirkan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna mempermudah integrasi sistem informasi perkreditan antara ekosistem industri jasa keuangan dan koperasi sektor jasa keuangan.

Direktur Utama PT Pruden Visi Utama (PRUVIU), Maulana Irfan Sufa, mengatakan kehadiran PRUVIU di Rakernas Inkopontren menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital koperasi, khususnya Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dan koperasi simpan pinjam agar memiliki sistem pengelolaan risiko yang lebih modern, aman, dan efisien.

"Bagi PRUVIU, KJKS dan koperasi bukan sekadar konsumen, tetapi mitra strategis yang tumbuh dan berkembang bersama. Kami ingin koperasi dapat menikmati layanan setara perbankan dengan biaya yang lebih efisien dan operasional yang lebih sederhana,” ujar Maulana Irfan di hadapan peserta Rakernas Inkopontren.

Baca juga : KSPSI Dorong Produksi Nasional untuk Tekan Impor dan Buka Lapangan Kerja

Inkopontren merupakan koperasi sekunder nasional yang beranggotakan pusat koperasi pondok pesantren (Puskopontren) dari seluruh Indonesia.

Melalui platformnya, PRUVIU memungkinkan koperasi memperoleh layanan setara perbankan, seperti akses dan integrasi data pembiayaan yang mendukung proses analisis kelayakan pembiayaan secara lebih akurat.

Seluruh sistem juga didukung otomatisasi pelaporan sehingga mempermudah operasional harian koperasi.

Adsense

Dibandingkan solusi yang telah ada, PRUVIU menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain biaya yang lebih terjangkau melalui skema kolektif, operasional yang lebih sederhana, serta sistem pelaporan otomatis yang membantu meningkatkan efisiensi dan kepatuhan lembaga.

Baca juga : Rivera Bogor Hadirkan Promo Beli 1 Gratis 1 untuk Pelajar dan Mahasiswa

“Ada banyak solusi memang, tetapi yang khusus untuk koperasi memang belum ada. Nah, PRUVIU ini memang terutama ditujukan untuk menjawab kebutuhan koperasi simpan pinjam,” ujar Maulana.

Selain itu, PRUVIU telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 yang menjamin keamanan pengelolaan data pengguna sesuai standar internasional, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta regulasi lain yang relevan.

Masalah kredit macet sendiri masih menjadi tantangan utama koperasi simpan pinjam di Indonesia.

Beberapa faktor penyebabnya antara lain lemahnya analisis kelayakan calon peminjam, kendala finansial debitur, lemahnya manajemen risiko internal koperasi, hingga faktor moral hazard dari peminjam.

Baca juga : Muslim Pro Dan Maybank Luncurkan Amanah Pro, Solusi Digital Siapkan Haji & Umrah

Secara ideal, tingkat Non-Performing Loan (NPL) koperasi simpan pinjam berada di bawah 5 persen.

Rasio NPL di atas angka tersebut dikategorikan kurang sehat dan memerlukan evaluasi manajemen risiko yang lebih ketat.

Dengan hadirnya solusi digital seperti PRUVIU, koperasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas analisis pembiayaan, memperkuat mitigasi risiko, serta menjaga kesehatan lembaga secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense