RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Bondowoso (Pemkab Bondowoso) melakukan penandatanganan kerja sama Program On Farm Petani Mandiri dengan Perum Bulog Subdivre Bondowoso.
Penandatanganan kerja sama atau MoU ini berlangsung di Gapoktan Al-Barokah, Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Senin (4/2) yang dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Salwa Arifin.
Program tersebut merupakan upaya Bolug dalam ikut serta melakukan penyerapan dan pemasaran, terhadap hasil produk unggulan di Bondowoso, khususnya gabah yang sudah berbentuk beras, khsusnya beras organik.
Baca juga : PT Asabri Tingkatkan Kesejahteraan Pensiunan
Atas nama Pemkab Bondowoso, Salwa menyambut baik program On Farm Mandiri Tani Perum Bulog Subdivre Bondowoso tersebut. Dikatakan Salwa, “Harapan kami, dengan kemitraan On Farm ini dapat menjadi langkah awal kerja sama pemasaran beras organik, dengan label Bondowoso."
Lebih lanjut Salwa mengatakan kegiatan ini juga dalam rangka melaksanakan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga, serta dapat menjadi stimulan bagi para petani, khususnya yang menggeluti pertanian organik.
Kabupaten Bondowoso, memiliki lahan organik 130,96 hektare, kemudian mendapat dukungan dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wringin 20 hektare (Ha), Tlogosari 20 Ha, dan Wonosari sebanyak 20 Ha. Sehingga lahan pertanian bertambah menjadi 190,96 hektare.
Baca juga : Warganet Banding-bandingin Presiden Dan Gubernur DKI
“Ini tentu saja menjadikan hasil panen, juga akan bertambah. Luas lahan bertambah. Berarti pasar harus semakin luas.Maka dari itu, On Farm ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bondowoso,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubdivre Bulog Bondowoso, Dwiana Puspitasari mengatakan, program ini dalam rangka membantu menyerap dan memasarkan hasil pertanian di Bondowoso.
“Sebenarnya Gapoktan Al-Barokah ini punya pasar sendiri. Kami sebagai Bulog ikut berperan dalam pemasaran tersebut. Bisa jadi pemasaran kami tidak hanya lintas provinsi tapi juga lintas negara,” jelasnya.
Baca juga : Gubernur BI Dorong Sinergi Untuk Bangun Infrastruktur Sulawesi Tenggara
Menurut Dwianan nantinya Bulog membeli sudah dalam betuk beras, bukan gabah, namun label yang dipakai tetap label Bondowoso. "Kami memang mau memgangkat produk lokal itu sendiri.
Sebagaimana dicanangkan oleh Bulog untuk mengangkat produk unggulan lokal, untuk diangkat ke tingkat nasional maupun internasional,” tutup Dwiana. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.