RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 0,03 persen ke level Rp 17.957 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.952 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Ringgit Malaysia menguat 0,52 persen, yen Jepang naik 0,03 persen, sementara yuan China melemah 0,03 persen dan won Korea Selatan turun 0,40 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Lagi, Dibuka Di Level Rp 17.928
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia melemah 0,08 persen ke level 101,31.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,16 persen ke level Rp 23.622. Namun, rupiah melemah terhadap euro ke level Rp 19.783 dan turun 0,02 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.359.
Baca juga : Rupiah Melemah Di Awal Pekan, Tembus Rp 17.813 Per Dolar AS
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan oleh sentimen penguatan dolar AS yang didorong meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang membawa indeks dolar AS naik hingga mencapai level tertinggi baru dalam 13 bulan," ujar Lukman, Kamis.
Baca juga : Masih Tertekan, Rupiah Melemah Ke Level Rp 17.838
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.