RM.id Rakyat Merdeka - Pamerindo Indonesia secara resmi menggelar ProPak Indonesia 2026 pada 21-24 Juli 2026, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Pameran internasional ini menjadi platform bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi berbagai inovasi dan solusi teknologi yang mendukung peningkatan efisiensi proses produksi, kualitas produk, serta penguatan daya saing industri makanan, minuman, dan sektor terkait lainnya.
Industri makanan dan minuman Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar domestik dan global, perubahan preferensi konsumen, serta tuntutan terhadap kualitas, keamanan pangan, efisiensi, dan keberlanjutan. Kondisi tersebut mendorong perubahan pada proses produksi, pengemasan, hingga penyajian produk kepada konsumen, sehingga inovasi dan penerapan teknologi menjadi semakin krusial.
Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah memperkuat daya saing industri melalui hilirisasi, peningkatan nilai tambah, dan penerapan teknologi. Pada triwulan I-2026, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 42,01 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, menjadikannya kontributor terbesar pada sektor tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing produk Indonesia.
Mengusung tema “The Integration of Food & Packaging”, ProPak Indonesia 2026 hadir sebagai bagian dari Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 untuk memperkuat keterhubungan antara inovasi teknologi proses dan pengemasan dengan ekosistem industri makanan, minuman, dan hospitality. Kehadiran ProPak Indonesia melengkapi rantai nilai industri yang lebih menyeluruh, mulai dari pengolahan, produksi, hingga pengemasan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan pasar dalam satu ekosistem.
Baca juga : Menhut Andalkan Drone untuk Perkuat Pengawasan Kawasan Hutan
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie mengatakan, perkembangan industri tidak hanya mendorong perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Perubahan industri yang semakin cepat mendorong kebutuhan akan akses terhadap teknologi sekaligus pemahaman mengenai penerapannya di berbagai proses bisnis.
“Melalui ProPak Indonesia 2026 bersama Food & Hospitality Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, Pemerintah, akademisi, dan asosiasi untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan, serta menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (21/7/2026).
Penguatan daya saing industri makanan dan minuman juga menjadi bagian dari fokus pengembangan sektor manufaktur nasional. Kementerian Perindustrian memproyeksikan pada tahun 2026 industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,00 persen, dengan kontribusi sebesar 7,41 persen terhadap PDB nasional.
Industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar. Penerapan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta pemenuhan standar keamanan pangan menjadi faktor yang semakin menentukan daya saing industri.
Baca juga : Pimpin Panen Raya, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
“Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, asosiasi, dan lembaga pendidikan perlu terus diperkuat agar industri mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Yulia Astuti.
Berlangsung di Hall A1 JIEXPO Kemayoran, ProPak Indonesia 2026 menghadirkan 70 perusahaan peserta pameran dari 7 negara dan memproyeksikan sekitar 6.300 pengunjung profesional.
Selain menampilkan beragam teknologi dan solusi yang mencakup pengolahan, pengemasan, otomasi, laboratorium, keamanan pangan, serta teknologi pendukung lainnya, ProPak Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan pengetahuan dan jejaring bisnis. Pengunjung dapat mengikuti seminar dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi, regulasi, keamanan pangan, pengembangan kemasan, serta berbagai isu yang menjadi perhatian industri saat ini.
Pengunjung juga dapat mengikuti Business Matching, Global Technology Tour, Product Demonstrations, dan Packaging Design Clinic untuk berdiskusi dengan penyedia teknologi, memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi global, serta berkonsultasi terkait pengembangan kemasan yang aman, fungsional, dan sesuai kebutuhan pasar.
Baca juga : Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pemahaman Business Judgment Rule
Penyelenggaraan ProPak Indonesia 2026 juga didukung oleh Kementerian Perindustrian serta berbagai asosiasi seperti GAPMMI, Indonesian Packaging Federations (IPF), ASRIM dan asosiasi terkait lainnya, yang memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri makanan, minuman, dan sektor terkait.
Lebih dari sekadar pameran teknologi, ProPak Indonesia menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri dengan inovasi dan solusi untuk mempercepat adopsi teknologi. Melalui keterhubungannya dengan ekosistem makanan, minuman, dan hospitality, ProPak Indonesia 2026 diharapkan dapat mendukung pengembangan industri pangan Indonesia yang lebih modern, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.