RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) berdaya saing global.
Langkah itu diperkuat melalui peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya oleh Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
“Peluncuran MoLiNas menjadi momentum memperkuat kemampuan industri nasional dalam penguasaan teknologi, pendalaman struktur industri, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Menurut Agus, pengembangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan sains, teknologi dan kemampuan industri nasional.
Baca juga : Naik LRT, Kelapa Gading Ke Manggarai 28 Menit
Sinergi Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, lembaga riset, akademisi dan sektor keuangan dalam pengembangan MoLiNas juga mencerminkan semangat Indonesia Incorporated. Seluruh kekuatan nasional didorong bergerak bersama membangun kemampuan industri dan ekonomi nasional.
Agus mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi. Saat ini terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga, dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.
Selain itu, terdapat 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat dengan kapasitas produksi 409.860 unit per tahun dan 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas 7.500 unit per tahun.
Secara keseluruhan, nilai investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional telah mencapai sekitar Rp30,468 triliun.
Baca juga : Dongeng Horor Leicester City
Besarnya kapasitas tersebut menunjukkan Indonesia telah memiliki fondasi manufaktur yang memadai.
Tantangan berikutnya, kata Agus, memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat. Pada saat yang sama, struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri.
Perkembangan ekosistem kendaraan listrik juga terlihat dari pertumbuhan populasinya. Berdasarkan data yang diolah Kementerian Perindustrian (Kemenperin), jumlah kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit hingga April 2026.
Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, disusul kendaraan listrik roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.
Baca juga : Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fajar/Fikri Incar Hattrick Di India
Populasi KBLBB nasional mencatat pertumbuhan eksponensial dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang 2020-2025. Kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 17, edisi Senin, 17 Agustus 2026 dengan judul "MoLiNas Resmi Diluncurkan Indonesia Bukan Cuma Pasar Tapi Basis Produksi EV Global"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.