Dark/Light Mode

Iran Pastikan Masih Kuasai Selat Hormuz

Minggu, 16 Agustus 2026 08:19 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz. (Gambar dibuat dengan Gemini)
Ilustrasi Selat Hormuz. (Gambar dibuat dengan Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berubah menjadi perebutan Selat Hormuz. AS mengklaim sudah mengambil alih jalur perdagangan penting dunia tersebut. Namun, Iran memastikan, Selat Hormuz masih dikuasai mereka.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi menyebut, AS sudah kalah dalam perang. Keinginan AS untuk menguasai Selat Hormuz juga gagal. Ia pun meledek, agar AS mengakui saja kekalahan itu.

"Terimalah kenyataan ini sekali dan untuk selamanya. Sejauh ini, Anda telah mengalami kekalahan serius dan strategis. Selat Hormuz adalah milik Iran. Saat ini milik Iran dan akan tetap menjadi milik Iran," kata Gharibabadi via media sosial X, seperti dilansir Press TV dan TRT World, Sabtu (15/8/2026).

Gharibabadi menegaskan, Selat Hormuz hanya akan ditutup atau dibuka kembali atas perintah Iran. Ia lalu menyindir Presiden AS Donald Trump yang mengklaim akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS usai mengalahkan Teheran.
 
"Selama Anda menolak mengakui kenyataan soal kekalahan, dan terus terlena dalam delusi, Iran akan terus memberlakukan blokade di Selat Hormuz," ucapnya.

Gharibabadi yakin, Selat Hormuz tidak akan bisa direbut AS begitu saja. Baik dengan kapal induk AS, apalagi dengan pidato atau cuitan di media sosial. Ia memastikan, Iran akan terus melawan segala serangan yang dilancarkan AS.

Baca juga : Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka

"Iran tidak terintimidasi oleh ancaman-ancaman dan tidak ciut nyalinya dalam menghadapi aksi unjuk kekuatan," ucap Gharibabadi.

Juru Bicara Komando Terpadu Militer Iran di Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, juga membantah klaim Trump telah menguasai Selat Hormuz. "Tak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran," tegasnya.

Sebelumnya, Trump sesumbar akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang. Trump mengklaim, Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade total.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ucap Trump, dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru, di Garden City, New York, Jumat (14/8/2026), seperti dilansir AFP.

Trump menekankan, blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan. Ia meyakinkan, tidak ada kapal yang bisa melintasi Selat Hormuz kecuali telah mendapat izin militer AS.

Baca juga : Pemerintah Lakukan Refocusing, Anggaran MBG 2027 Sekitar Rp 240 Triliun

Selat Hormuz perebutan alot dalam konflik antara Iran dan AS. Berkali-kali diplomasi digelar untuk membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu, namun selalu gagal membuahkan hasil nyata.

Saat ini, kondisi di Selat Hormuz belum pulih. Blokade masih tetap berlaku. Kapal-kapal dagang dunia belum bisa bebas melintas di jalur perairan penting tersebut.

Masih Saling Serang

Sudah hampir enam bulan, perang AS versus Iran belum juga reda. Kedua belah pihak masih saling serang.

Wakil Komandan Militer Iran untuk Urusan Eksekutif Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh menyatakan, stok persenjataannya masih banyak untuk menghadapi AS.

"Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh dan siap diluncurkan," ujarnya, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan Middle East Monitor, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga : Prabowo Beri Hormat Jokowi Kasih Jempol

Sebelumnya, Trump dia menyebut, militer Iran kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan drone imbas serangan yang dilancarkan AS. Trump bahkan mengklaim, Teheran hanya punya sisa 21-22 persen dari persediaan rudal mereka sebelumnya.

"Sebagian besar pabrik drone telah dilumpuhkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dilumpuhkan, dan sebagian besar area produksi rudal telah dilumpuhkan," kata Trump, dalam wawancara dengan NBC News, pekan lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.