BREAKING NEWS
 

PLN EPI Dorong Pengelolaan Sampah Bandung Jadi Sumber Energi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 17 September 2026 06:41 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menandatangani Komitmen Bersama Pengembangan Decentralized Waste Management (DWM) di Wisma Danantara Indonesia Jakarta pada Senin (14/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung untuk mengolah sampah di Kota Bandung menjadi sumber energi.

Inisiatif tersebut ditandai melalui penandatanganan Komitmen Bersama Pengembangan Decentralized Waste Management (DWM) di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Kerja sama ini disaksikan langsung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Penandatanganan tersebut menjadi langkah awal pengembangan sistem pengolahan sampah terdesentralisasi di Kota Bandung melalui koordinasi, penjajakan, pengkajian, serta penilaian potensi DWM.

Pendekatan terdesentralisasi ini dirancang untuk mengolah sampah lebih dekat dari sumbernya, sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasilnya sebagai bahan baku energi dan produk bernilai tambah.

Acara tersebut turut disaksikan oleh Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Managing Director Technology Advancement Danantara Dwi Susanto, Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund M Rachmat Kaimuddin, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi M Fauzan, serta Managing Director Legal & Corporate Affairs PT Danantara Development Management Fund Irawady Azwar.

Baca juga : Indonesia Masuk Top 3 Dunia dalam Ketahanan Energi, Ini Kuncinya

Hadir pula Director of Project & Operations PT Pertamina Power Indonesia Norman Ginting, Direktur Operasi dan Teknologi/Pengembangan PT Rekayasa Industri Yusairi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Darto AP.

Managing Director Development Investment Danantara Development Management Fund (DDMF) M Rachmat Kaimuddin menyampaikan, pengembangan DWM harus segera didorong ke tahap implementasi nyata untuk membuktikan bahwa masalah sampah dapat ditangani dengan pendekatan terintegrasi.

Kota Bandung dipilih sebagai lokasi awal pengujian model sebelum diterapkan di daerah lain.

"Pengelolaan sampah tidak cukup dijawab melalui pembahasan dan kajian, tetapi harus segera dibuktikan melalui implementasi di lapangan," kata Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).

Ruang lingkup komitmen ini meliputi identifikasi masalah, kebutuhan, dan prioritas pengelolaan sampah di Kota Bandung, serta pemetaan alternatif teknologi pengolahan.

Adsense

Penilaian juga mencakup aspek teknis, lingkungan, sosial, ekonomi, komersial, finansial, hukum, kelembagaan, dan tata kelola. Selain itu, para pihak akan mengidentifikasi lokasi potensial berdasarkan kesiapan lahan, aksesibilitas, utilitas, tata ruang, dan dampak lingkungan.

Baca juga : Pertamina NRE Kembangkan Pengelolaan Sampah Terdesentralisasi di Bandung

Dari sisi pasokan, kajian mencakup sumber, volume, karakteristik, kontinuitas, transportasi, hingga mekanisme penyediaan sampah.

Dalam skema ini, PLN EPI berperan sebagai calon pembeli (offtaker) produk hasil pengolahan DWM. PLN EPI bertugas menyusun spesifikasi indikatif produk serta menelaah aspek teknis, kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan logistik untuk integrasi ke dalam rantai pasok energi primer.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan, DWM sejalan dengan program perluasan pemanfaatan energi berbasis limbah. PLN EPI selama ini telah membangun rantai pasok biomassa untuk mendukung pencampuran bahan bakar fosil (cofiring) di pembangkit listrik.

“Di PLN EPI, kita melakukan substitusi bahan-bahan fosil menjadi bahan-bahan berbasis hayati untuk kelangsungan energi kita melalui cofiring,” kata Hokkop.

Hokkop menambahkan, PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa dalam satu tahun terakhir, di mana sekitar 99 persen di antaranya berasal dari limbah agro.

Ekosistem ini didukung oleh sekitar 180 kontrak aktif rantai pasok, dengan 60 persen di antaranya melibatkan pelaku usaha muda di daerah.

Baca juga : Waste4Change Apresiasi 42 Mitra Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa menegaskan bahwa konsep DWM dikembangkan untuk melengkapi, bukan menggantikan, pengelolaan sampah tersentralisasi berbasis waste-to-energy (WTE).

"Pendekatan terdesentralisasi dapat diterapkan pada wilayah yang belum memiliki skala ekonomi atau kondisi yang memadai untuk fasilitas WTE berskala besar,” kata Sigit.

Untuk tahap awal di Kota Bandung, pengelolaan diarahkan melalui empat Sentra Waste Management (SWK).

Setiap SWK diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 300 ton sampah per hari, sehingga total sampah yang dapat diolah mencapai 1.200 ton per hari.

“Empat SWK bisa mengolah 1.200 ton. Ini yang akan kita jalankan,” ujar Sigit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense