Sebelumnya
Penguatan ini terjadi lantaran pasar merespon positif pelonggaran lockdown di beberapa negara.
Namun sayangnya, pada hari ini, rupiah dan sejumlah mata uang Asia lainnya diramal bakal melemah. Dolar AS diyakini menguat, mengusul meningkatnya permintaan untuk mata uang safe-haven setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengingatkan resesi berkepanjangan di tengah krisis Covid-19.
Baca juga : Rupiah Menguat Lagi, Semoga Nggak Cepat Loyo
Powell bahkan mengatakan, resesi yang berkepanjangan dan pemulihan yang lemah, dapat menyebabkan periode panjang pertumbuhan produktivitas yang rendah dan pendapatan yang stagnan.
"Walaupun respon ekonomi telah baik, tepat waktu dan cukup besar, itu mungkin bukan bab terakhir. Situasi masih belum pasti, dan tunduk pada risiko penurunan yang signifikan," ucapnya.
Baca juga : Meski Menguat, Rupiah Masih Dibayangi Sentimen Negatif
Gubernur The Fed Jjuga menolak gagasan menggunakan suku bunga negatif sebagai alat stimulatif, sebagaimana diminta Presiden Donald Trump.
Kata Powell, pemulihan ekonomi akan memakan waktu, tergantung pada kemajuan memerangi pandemi virus Covid-19. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.