BREAKING NEWS
 

Bantuan Sosial Dipotong 300 Ribu

Harap Maklum, Kocek Negara Lagi Tongpes

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 5 Juni 2020 07:21 WIB
Ilustrasi bantuan sosial (bansos). (Foto: Kementerian Sosial)

 Sebelumnya 
Sri Mulyani mengungkapkan, dalam usulan revisi baru APBN, pendapatan negara diprediksi turun dari Rp 1.760,9 triliun menjadi Rp 1.699,1 triliun. Khusus penerimaan pajak, merosot dari Rp 1.462,6 triliun menjadi Rp 1.404,5 triliun. Sementara, belanja negara meningkat Rp 124,5 triliun, yang mencakup berbagai belanja untuk mendukung PEN dan penanganan wabah corona, baik dari sisi sektoral maupun regional.

Untuk membiayai defisit itu, sambung Sri Mulyani, pemerintah akan menggunakan sumber pendanaan dengan risiko paling kecil dengan biaya kompetitif rendah. “Termasuk sumber internal pemerintah sendiri seperti saldo anggaran lebih pemerintah, dana abadi, dan Badan Layanan Umum,” bebernya.

Baca juga : Piala Thomas-Uber 2020 Terancam Molor Lagi

Sri mengungkapkan, penerima bansos mayoritas terdiri atas petani, peternak, dan pekebun, yakni sebesar 18,4 juta orang. Kemudian, ada 4,2 juta pedagang dan pekerja sektor swasta. Pe merintah juga memberikan bansos kepada 3,4 juta pekerja bangunan dan 3,3 juta pekerja pabrik.

Kemudian, sebanyak 1,3 juta penerima bansos merupakan sopir dan pekerja sektor komunikasi. Ada pula 900 ribu nelayan yang menerima bansos. “Ini sudah mencakup 40 persen dari masyarakat. Itu merupakan dukungan yang diberikan pemerintah untuk menahan daya beli agar tidak turun akibat Covid-19 dan merosotnya kegiatan ekonomi, terutama di level masyarakat di akar rumput,” tandasnya.

Baca juga : Kocek Negara Senasib Dengan Dompet Rakyat

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi memberikan alasan mengapa pemerintah mengurangi jatah bansos kepada masyarakat jelang new normal. Ini di lakukan demi menghindari ketergantungan. “Kita juga melihat kecenderungan untuk ketergantungan terhadap bantuan-bantuan sosial ini harus kita kurangi untuk pada menjelang akhir menuju ke new normal,” kata Muhadjir, dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Soal jenis bantuan, kata Muhadjir, masih dalam pembahasan di Kemensos. “Nanti, tentu saja akan kita beritahukan tentang keputusannya,” imbuhnya.

Baca juga : Korban Tewas Tembus 100 Ribu, Trump Gas Longgarkan Lockdown

Eks Ketua PP Muhammadiyah itu menambahkan, sejauh ini penyaluran bansos di seluruh daerah sudah mencapai 90 persen. Ia yakin, dalam waktu dekat penyaluran bansos segera rampung. “Bahkan Jabodetabek sudah memasuki putaran keempat sehingga mudah-mudahan ini semua akan lancar dan bisa mengurangi beban dari masyarakat paling bawah terutama masyarakat yang membutuhkan bantuan-bantuan sosial itu,” tutupnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense