BREAKING NEWS
 

Daya Beli Masyarakat Masih Rendah

Survei BI: Penjualan Eceran Mei 2020 Anjlok

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Rabu, 8 Juli 2020 15:29 WIB

 Sebelumnya 
Diakui Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, di masa transisi new normal ini, perputaran ekonomi di sektor ritel terutama pusat perbelanjaan atau mal belum juga bisa berlari kencang. 

Meski pemerintah sudah melonggarkan regulasi dibukanya pusat perbelanjaan, namun transaksi penjualan masih jauh dari memuaskan. Padahal, pengusaha yang berjualan di pusat perbelanjaan mengaku sudah berbuat semaksimal mungkin dalam menyiapkan segala SOP (Standard Operating Procedure) yang disyaratkan, termasuk, menerapkan protokol kesehatan yang baru.

Adsense

Baca juga : Survei BI: Penjualan Eceran Mei Turun 20,6 Persen

"Ketika penjualan eceran turun jadi memang belum ada signifikan yang dirasakan peritel. Meski kegiatan ekonomi sebagian besarnya sudah dibuka, kan kita tidak bisa menentukan, orang mau beli apa. Ditambah pilihannya sekarang orang mau beli tergantung orang punya uang atau nggak," ucapnya kepada Rakyat Merdeka.

Kondisi saat ini sambung Tutum, memang serba menyulitkan. Banyak masyarakat kesulitan ekonomi akibat harus kehilangan pekerjaan.

Baca juga : Hasil Survei BI: Keyakinan Konsumen Membaik

Sementara yang masih memiliki kekuatan dana yakni dari kalangan menengah ke atas lebih cenderung menahan uang untuk keluar karena belum mengetahui pandemi kapan berakhir.

"Kuncinya di daya beli masyarakat. Kunci di situ nggak ada yang lain, kuncinya di kekuatan beli. Perlu proses dan perlu banyak faktor, nggak bisa satu aja. Pemerintah mungkin kendorkan contoh likuiditas, tapi kan proses panjang industri harus jalan. Kan semua perlu proses," tegasnya.

Baca juga : Survei Pilkada Indramayu, Nina Bachtiar Unggul

Senada, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan,   di semester pertama tahun 2020 dihabiskan sektor ritel untuk bertahan mati-matian menghadapi kelesuan akibat pandemi Covid-19.

"Masuk ke semester kedua, prospek industri ini diperkirakan masih akan sulit untuk mencapai level seperti sebelum pandemi," ujarnya di Jakarta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense