BREAKING NEWS
 

Hari Kedua Webinar RM-SRE ITB Sore Ini

Wamen BUMN dan Dirut PLN Ajak Milenial Tetap Optimis

Reporter & Editor :
RATNA SUSILOWATI
Rabu, 12 Agustus 2020 06:13 WIB
Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Mengutip data yang dihimpun tim IT SRE ITB, Zagy Yakana Berian, Founder SRE ITB menyebut, pendaftar berasal dari 90 persen kalangan mahasiswa dan selebihnya umum. Tercatat berasal dari 225 kota di Indonesia, dan 200 kota di luar negeri. Tiga kota terbesar yang menjadi asal pendaftar yaitu dari Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Webinar berlangsung tiga kali. Hari Pertama, sudah berlangsung yaitu Senin 10 Agustus 2020. Menteri ESDM Arifin Tasrif menjadi keynote speaker dan menyampaikan paparan tentang Potensi Energi Terbarukan di Tengah Badai Covid dan Tantangan Masa Depan di Tangan Generasi Milenial. Dan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dengan penuh semangat menyampaikan paparan dengan judul: Potensi Milenial Dalam Pengembangan Bisnis Pertamina.

Baca juga : Corona Berkah Bagi Energi Baru Terbarukan

Menteri ESDM dan Dirut Pertamina mengikuti sesi pertama ini hingga lebih dari satu jam dengan antusias. Banyak pesan dan motivasi berharga disampaikan keduanya untuk ribuan milenial yang mengikuti webinar tersebut baik dalam platform maupun secara streaming.

Di hari terakhir, Jumat (14 Agustus 2020), Ignasius Jonan akan ngobrol santai dengan tema: Berbagi Energi Positif Untuk Generasi Milenial Indonesia.Rakyat Merdeka dan SRE ITB tidak menyangka, milenial begitu antusias dengan webinar yang digelar ini.

Baca juga : Milenial Jadi Faktor Penting Pengembangan Energi baru

Zagy Yakana Berian mengatakan, milenial memiliki ketertarikan khusus pada energi baru terbarukan dan climate change. Milenial pendaftar yang rentang usia-nya 16-30 tahun ini kebanyakan membutuhkan motivasi, dan pengalaman bekerja di korporasi yang sesuai dengan minatnya, dalam hal ini peminat di bidang energi terbarukan, rupanya sangat besar.

Zagy adalah mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB angkatan 2016, dan baru lulus bulan lalu. Menurutnya, yang dirasakan mahasiswa, belum ada sinergi kuat antara pihak kampus dan industri. Kurikulum kampus, misalnya, tentu akan sangat bagus jika bisa menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Hal lain, mahasiswa juga sangat mengharapkan industri membuka kesempatan program magang yang bersertifikasi, agar mahasiswa bisa mengembangkan ide dan inovasinya. [NAN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense