Dark/Light Mode

Disaksikan Jokowi, Uji Klinisnya Dimulai

Insya Allah Bio Farma Mampu Produksi 100 Juta Vaksin Covid

Rabu, 12 Agustus 2020 06:10 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bio Farma, holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang farmasi ini, kemarin melakukan penyuntikan perdana uji klinis vaksin Covid-19.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), yang juga Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, tekad KPCPEN untuk mengimplementasikan langkahlangkah strategis dalam menghadapi pandemi Covid-19 mulai menunjukkan hasil. 

Pasalnya, kini telah dilakukan penyuntikan kepada 20 perwakilan relawan yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8). Uji klinis tahap 3, atau yang terakhir ini disaksikan langsung Presiden Joko Widodo, sebelum vaksin Covid-19 diproduksi secara masal. 

“Kami semua yang hadir bersyukur karena saat ini Indonesia memasuki tahapan penting dalam usaha mengatasi pandemi Covid-19. Kami bangga dengan kemampuan perusahaan BUMN, Bio Farma, yang bekerja sama dengan lembaga Sinovac asal China, karena sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ini,” ujar Erick, di Bandung, Jawa Barat, kemarin. 

Ia menjelaskan, uji klinis tahap 3 merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin. 

Baca juga : Hari Ini, Bio Farma Mulai Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Covid-19

Menurutnya, Bio Farma menyatakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19. Mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap 1 dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di China. 

“Penyuntikan yang dilakukan kepada 1.620 subyek relawan yang ditargetkan semua uji klinis, termasuk otorisasi dari BPOM, akan tuntas pada Januari 2021,” katanya. 

Ia menuturkan, kerja sama Bio Farma dengan Sinovac terjadi karena memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan Sinovac, dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine. 

Selain itu, Sinovac juga berpengalaman mengembangan vaksin di tengah pandemi, yakni pembuatan vaksin SARS. Sinovac juga memenuhi Pre-qualifikasi WHO. Ini memperkuat keyakinan Bio Farma bersinergi perusahaan asal China ini untuk menghasilkan vaksin yang dibutuhkan seluruh dunia tersebut. 

Lebih lanjut dikatakannya, sebanyak 1.620 subjek relawan diperoleh Fakultas Kedokteran Unpad dan Bio Farma setelah melewati dua kali skrining. 

Baca juga : Akhir Tahun Ini, Erick Pastikan Bio Farma Mampu Produksi 250 Juta Vaksin Covid-19

Yang mana, pada rekrutmen pertama mampu menjaring 540 subjek, sedangkan di tahap kedua diperoleh 1.080 subjek relawan. 

Selanjutnya, relawan terpilih setelah lolos dari pengujian imunogenitas (respon imun) dan efikasi (respon dalam melawan virus) melalui tes darah. 

“Penyuntikan akan dilakukan secara bertahap. Untuk gelombang pertama di minggu kedua Agustus ini. Tes vaksin diterapkan kepada 120 subjek relawan. Uji berikutnya akan digelar pada minggu ketiga dan keempat bulan ini, masing-masing sebanyak 144 relawan. Sehingga diperkirakan pada awal September, sebanyak 408 relawan sudah menjalani tes vaksin,” beber Erick. 

Tidak hanya itu, penyuntikan dan pemantauan pasien uji klinis tahap 3 dilakukan terus menerus dan akan berlangsung hingga minggu ketiga Desember dengan total, 1.620 relawan. 

Karena itu, mayoritas relawan merupakan warga Bandung karena mereka harus terus dimonitor, diperiksa, dan menjalani analisa rutin dalam menilai efektifitas vaksin. 

Baca juga : Bamsoet: Pemulihan Ekonomi Sulit Dimulai Jika Pulau Jawa Gagal Kendalikan Covid-19

“Saya berterima kasih kepada para relawan, tim laboratorium Bio Farma dan Sinovac, serta Universitas Padjadjaran yang bisa mewujudkan tahapan krusial ini. Kita tunggu enam bulan ke depan. Mohon dukungan dan doa, Insya Allah, jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, akan diproduksi masal dan bisa digunakan mengatasi virus Covid-19,” sambungnya. 

Erick juga menyatakan, kesiapan Bio Farma meningkatkan kapasitas produksi dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di lahan Bio Farma. Tanpa perlu melakukan penambahan investasi. 

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengaku, dengan kapasitas maksimal saat ini, yakni 100 juta vaksin, pada Desember 2020, pihaknya siap menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis, sehingga mencapai jumlah 250 juta dosis. 

“Mudah-mudahan kapasitas yang kami miliki ini, dapat membantu pemerintah dalam menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19 melalui produksi vaksin Covid-19,” harap Basyir. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.