BREAKING NEWS
 

Optimalkan Potensi Batubara

Pemerintah India Kepincut Kolaborasi Teknologi Temuan tekMIRA

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 6 September 2020 11:04 WIB

 Sebelumnya 
Detailnya, teknologi ini akan mengekstrak dan mengkonversikan batubara di bawah permukaan menjadi synthesis gas (Syngas) secara insitu.Teknologi non konvensional ini tidak memerlukan penggalian batuan penutup dan lapisan batubara terlebih dahulu.

Adsense

Selain dapat dimanfatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, teknologi non konvensional ini juga menghasilkan syngas untuk berbagai keperluan seperti bahan kimia industri petrokimia (amonia, methanol, dan sebagainya) dan pembuatan BBM/BBG sintentis dan bahan kimia industri.

UCG juga menghasilkan karbondioksida (CO2) sebagai bahan enhance oil recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak nasional.

Baca juga : KPK Terbitkan Surat Perintah Supervisi Kasus Korupsi Djoko Tjandra Cs

Biaya produksi syngas UCG lebih murah dibandingkan impor LNG.

Teknologi UCG membantu perusahaan batubara dalam menggunakan batubara lapisan dalam, yang secara ekonomi tidak layak ditambang. Biaya modal dan operasionalnya lebih rendah dibandingkan gasifikasi batubara di permukaan.

Perusahaan pun dapat mengurangi dampak lingkungan, serta biaya reklamasi dan pasca tambang karena tidak mengubah bentang alam.

Baca juga : CORE: Tak Ada Urgensi Pemerintah Reformasi Sektor Keuangan

Sebagai informasi, Puslitbang tekMIRA telah melakukan uji coba di Sumatera Selatan. Pada tahun 2019, melakukan pra-fs implementasi tekniologi UCG di Kalimantan Timur.

Kajian ini meliputi unsur geologi, hidrologi, hidrogeologi, geoteknik dan keekonomian, hingga nilai cadangan batu bara.

Kajian dilanjutkan tahun ini, dengan melakukan konstruksi delapan sumur pemantauan air tanah. Diharapkan, pada tahun 2023, fasilitas UCG komersial pertama di Indonesia dapat beroperasi. [HES]

Baca juga : Pilkada Karawang, Petahana Celicca-Aep Mau Deklarasi di Tugu Regasdengklok

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense