BREAKING NEWS
 

Saham Bank Pelat Merah Tumbang

PSSB Jakarta Diterapin Lagi, Pelaku Pasar Panik

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 11 September 2020 07:56 WIB
Ilustrasi IHSG di Bursa Efek Jakarta (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Di semester I-2020, NPL BRI berada di angka 2,98 persen. Diakuinya jumlah ini mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. “Kami berharap di akhir tahun NPL tetap bisa dijaga di bawah 3 persen,” tutur Aestika.

Kemarin, harga saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) rontok. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, saham BRI (BBRI) mengalami penurunan sekitar 6,74 persen (minus 230 poin) di angka Rp 3.188, saham BNI (BBNI) turun 6,87 persen (minus 345 poin) di angka Rp 4.680, saham Bank Mandiri (BMRI) turun 6,93 persen (minus 400 poin) ke angka Rp 5.375 dan saham BTN (BBTN) turun 6,74 persen (minus 95 poin) di angka Rp 1.315.

Baca juga : Kasus Penyerangan Polsek Ciracas, Prada MI Ditetapkan Jadi Tersangka

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) untuk mencegah IHSG merosot lebih dalam. Itu dilakukan pada pukul 10.36 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG anjlok hingga 5 persen. Dan dibuka kembali pukul 11.06.

Kebijakan PSBB yang bakal kembali diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai Senin, 14 September 2020, disinyalir menjadi penyebab utama perdagangan IHSG merah.

Baca juga : Netizen Tolak Impor Corona

IHSG amblas sejak awal perdagangan. IHSG terjun 154,7 poin atau 2,99 persen ke posisi 4.988,33. Kemarin, akhirnya per￾dagangan ditutup lebih cepat, yaitu pada pukul 15.15, di level 4.891,461 atau anjlok 5 persen. Padahal biasanya, perdagangan closing pada pukul 16.00. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense