Sebelumnya
Apalagi, lanjut Tulus, kenaikan itu tidak pernah dibarengi dengan standar pelayanan yang jelas dan terukur. Misalnya saja, sistem ticketing Damri Bandara Soekarno Hatta yang hingga kini masih manual. Masih menggunakan sistem sobek karcis, kecuali untuk Terminal 3.
"Jadul banget kan? Makanya, kami mendesak manajemen Damri untuk bisa menjelaskan pada publik, benefit macam apa yang bisa diperoleh konsumen atas kenaikan itu?" tutur Tulus.
Baca juga : Saham Garuda Kena Getahnya
YLKI menduga, kenaikan itu dilakukan karena rute bus Damri Bandara Soetta adalah rute yang paling profitable. Tanpa rute bandara, bus Damri banyak ruginya.
Tapi ini tidak fair, jika rute bandara dijadikan satu-satunya sumber pendapatan yang menguntungkan.
Baca juga : Kamis Besok, Tarif Tol Bandara Naik
"Manajemen Damri harus berani menutup rute-rute yang merugi. Kecuali, rute tersebut dalam penugasan pemerintah, yang artinya pemerintah harus membayar selisih kerugiannya. Itu tidak boleh dibebankan kepada konsumen," pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.